Rekomendasi 5 Peninggalan Eropa di Surabaya yang Bisa Dikunjungi saat Liburan Akhir Pekan

Tribun Travel Dipublikasikan 06.36, 23/01/2020
Hotel Majapahit Surabaya, Managed By ACCORHOTELS

TRIBUNTRAVEL.COM - Surabaya menyimpan beragam histori sejarah, mulai dari bangunan, kuliner hingga budaya masyarakatnya.

Julukan Kota Pahlawan yang melekat menyimpan histori perjuangan arek-arek Suroboyo dan juga peninggalan masa penjajahan.

Jejak-jejak peninggalan Eropa di Surabaya masih berdiri kokoh diantara kawasan Jalan Rajawali, Kembang Jepun maupun Tunjungan.

Berikut ini rekomendasi peninggalan Eropa di Surabaya yang bisa kamu kunjungi saat liburan akhir pekan.

1. Jalan Rajawali

**Lihat postingan ini di Instagram

Heritage - maternity shoot 😎😎😎 #myheritagetrip #surabaya #heritage

Sebuah kiriman dibagikan oleh ratri hendrowati (@ratrihendrowati) pada 16 Jun 2018 jam 12:36 PDT

Di jaman pemerintahan Hindia Belanda, jalan ini bernama Heerenstraat atau Jalan Para Tuan.

Pada 1905 pusat Kota Surabaya terletak di jalan ini sehingga jalan ini menjadi pusat dari segala kegiatan ekonomi maupun pemerintahan.

2. Jembatan Merah

**Lihat postingan ini di Instagram

Jembatan Merah sendiri dibangun atas kesepakatan Pakubuwono II dari Mataram dengan VOC, sejak 11 November 1743. Jembatan Merah berubah secara fisik sekitar tahun 1890-an. Saat itu, pagar pembatas diubah dari kayu menjadi besi. Jembatan Merah menghubungkan kawasan Rajawali dengan pusat bisnis pecinan di daerah Kembang Jepun, Surabaya. Jembatan Merah pernah menjadi saksi hidup dari tentara Indonesia, khususnya pahlawan-pahlawan Surabaya yang berjuang melawan kolonialisme Belanda. #wisatasejarahsurabaya #jembatanmerahsurabaya #jembatanmerah 📅 Desember 22, 2019

Sebuah kiriman dibagikan oleh yoesdian (@yoesdianto) pada 22 Des 2019 jam 12:08 PST

Pada masa penjajahan, kawasan ini merupakan pusat perniagaan.

Jembatan Merah juga sebagai pemisah antara daerah tempat tinggal etnis Belanda dan etnis pendatang seperti etnis Tionghoa, Arab dan Melayu.

Jembatan ini kini menjadi iconik wisata sejarah Kota Surabaya, sebagai saksi bisu pertemburan 10 November 1945.

3. Jalan Tunjungan

Suasana malam di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (6/8/2016). Bangunan tua dan lampu-lampu hias membuat Jalan Tunjungan menjadi salah satu spot favorit liburan di Surabaya. (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Pada tahun 1923, kawasan Tunjungan menjadi satu diantara pusat komersil Kota Surabaya.

"Perusahaan perdagangan besar Inggris,
Whiteaway Laidlaw & Co, memutuskan untuk membangun sebuah toko diujung utara Jalan Tunjungan ini," kata Bagas.

Terdapat toko serba ada yang bernama Aurora berganti menjadi gedung bioskop.

Selain itu Toko Mattalitti yang menjual piringan hitam gramophone.

4. Hotel Majapahit

Hotel Majapahit (Pegipegi.com)

Hotel yang berada di Jalan Tunjungan 65 menjadi saksi peristiwa perobekan bendera Belanda.

Hotel yang dibangun 1910-an ini ditetapkan sebagai cagar budaya.

5. Gedung Balai Pemuda

**Lihat postingan ini di Instagram

5.15PM Ku sisipkan secercah cahaya bulan Yang ku abadikan melalui foto jalanan Tak bisa dipungkirkan Ku jatuh hati terhadap puan. #art #artwork #photograph #bnw #black #white #love #poem #poetry #heritage

Sebuah kiriman dibagikan oleh Jala Jill (@jalaajill) pada 5 Mar 2017 jam 3:16 PST

Gedung yang didirikan pada 1907, dulunya menjadi lokasi pertemuan bagi orang Belanda (simpangsche Societeit).

Artikel Asli