Rekam Jejak Ari Askhara Sebelum Tersandung Kasus Harley

CNN Indonesia Dipublikasikan 13.46, 05/12/2019 • CNN Indonesia

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara) karena terlibat dalam kasus penyelundupan komponen Harley-Davidson.

Ari ditunjuk sebagai bos Garuda Indonesia pada 12 September 2018 lalu menggantikan posisi Pahala Mansury. Penunjukkan dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Ari bukan orang baru di BUMN, khususnya di Garuda Indonesia. Pada Mei 2014, ia ditunjuk sebagai direktur keuangan PT Pelindo III (Persero).

Kemudian, Ari dipercaya menjadi Direktur Keuangan Garuda Indonesia pada Desember 2014. Dua tahun kemudian atau 2016 lalu, ia dipindahtugaskan ke PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menjadi Direktur Human Capital dan Pengembangan Sistem.

Rini berharap Ari bisa memperbaiki keuangan Garuda Indonesia yang terus memburuk saat itu. Maklum, Garuda Indonesia menderita kerugian hingga 2018 lalu.

Perusahaan tercatat rugi bersih sebesar US$175 juta, atau sekitar Rp2,45 triliun. Sementara, pendapatan perusahaan saat itu US$38,9 juta.

Dari segi pendidikan, Ari merupakan alumnus S1 Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada dan S2 Administrasi Bisnis Jurusan International Finance Universitas Indonesia (UI).

Bisa dibilang, karirnya di BUMN memang tak jauh-jauh dari latar belakang pendidikannya di bidang ekonomi.

Namun, karirnya di Garuda Indonesia terancam berakhir dengan citra negatif. Tak tanggung-tanggung, pemerintah bahkan membuka opsi pidana bagi Ari, sebagai salah satu oknum yang terlibat dalam penyelundupan barang melalui pesawat.

Komponen motor Harley Davidson itu berada dalam bagasi pesawat baru Garuda Indonesia tipe Airbus A330-900. Pesawat tersebut bertolak dari Toulouse, Prancis pada Sabtu, (16/11) dan tiba pada Minggu (17/11) di hanggar nomor 4 milik Garuda Maintenance Facility (GMF)Aero Asia,BandaraSoekarno-HattaCengkareng.

Artikel Asli