Rebutan Perempuan, Bocah SMA Berkelahi hingga Tewas, 60 Saksi Hanya Merekam Kejadian

Tribun Style Dipublikasikan 08.30, 19/09/2019 • Dhimas Yanuar Nur Rochmat
Berita viral hari ini - Bocah SMA tewas setelah berkelahi karena masalah rebutan perempuan, 60 hingga 80 orang saksi hanya merekam kejadian.

Berita viral hari ini - Bocah SMA tewas setelah berkelahi karena masalah rebutan perempuan, 60 hingga 80 orang saksi hanya merekam kejadian.

TRIBUNSTYLE.COM - Kemajuan teknologi memang membawa positif dan negatif dan mempengaruhi kehidupan manusia.

Namun kali ini seorang remaja ditikam hingga tewas selama perkelahian setelah jam sekolah.

Perkelahian itu diduga karena masalah rebutan gadis.

Dikabarkan pada saat kejadian terdapat 80 anak-anak SMA di lokasi kejadian tersebut.

Namun tidak ada yang menolong, malah merekam video insiden fatal tersebut, dan membagikannya ke sosial media.

haseen Morris, 16, telah meninggal setelah ditikam saat perkelahian. (Mail Online)

Khaseen Morris (16), menderita luka fatal setelah diserang oleh anak lain ketika dia pulang sekolah dengan teman-temannya pada hari Senin (16/9/2019), di Oceanside, New York, AS.

Melansir dari Mail Online via Suar.id pada (19/9/2019), Kepolisian Nassau dipanggil ke tempat kejadian di luar Pizzeria and Restaurant Mario pukul 15:45 setelah pertarungan besar antara 10 laki-laki terjadi.

Cuplikan dari adegan mengejutkan menunjukkan Morris dilemparkan ke tanah dan ditusuk dengan pisau ke dadanya.

Serangan itu terjadi di dekat restoran pizza yang dikenal sebagai tempat nongkrong sepulang sekolah yang populer untuk siswa SMA Oceanside.

Tidak ada satu orang pun yang membantu dalam serangan brutal itu, dan juga tidak terlihat orang yang menolongnya ke rumah sakit.

Perkelahian itu terjadi karena Khaseen pulang dengan seorang gadis setelah pesta sekolahan.

Mantan dari perempuan tersebut mengetahui hal ini dan cemburu membakar kemarahannya.

Detektif Kepolisian Kabupaten Nassau, Letnan Stephen Fitzpatrick, mengatakan pada konferensi pers, "Mereka lebih suka merekam video."

"Mereka merekam kematiannya, bahkan tidak membantunya sama sekali."

Dia kemudian berbicara langsung kepada para remaja, "Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan, generasi saya versus generasi ini."

Tangkapan layar video ketika Khaseen Morris dikeroyok sepulang sekolah. (Daily Mail)

"Ini tidak bisa dibiarkan. Teman-temanmu sekarat saat kamu berdiri di sana dan merekamnya."

"Mengerikan."

Detektif Vincent Garcia dari Departemen Kepolisian Kabupaten Nassau mengatakan kepada DailyMail.com bahwa ada "penyelidikan yang sangat aktif" sedang berlangsung, tetapi tidak ada penangkapan yang dilakukan.

Garcia menjelaskan bahwa ada sebanyak 80 saksi mata atas kejadian tersebut.

Beberapa di antaranya merekam "penyerangan yang terjadi" - beberapa dari video itu diunggah ke Snapchat salah satu sosial media video.

Garcia mengatakan kepada Daily Mail, "Mereka lebih sibuk merekam daripada membantu, tetapi  kami jadi mudah untuk mencari pelaku."

Khaseen Morris. (yallknowwhat.com)

"Sekitar 60 hingga 80 pemuda ada di sana, jadi kami meminta siapa pun yang memiliki informasi lebih lanjut untuk melapor."

Sebuah halaman penggalangan dana telah disiapkan untuk bocah lelaki yang mengisahkan kehidupan "Morris" dan membantu keluarganya.

Sumbangan 50.000 dolar demi membantu menutupi biaya pemakaman (Rp 700 juta).

Situs itu menulis, "Dia meninggalkan sebuah keluarga yang begitu dekat satu sama lain daripada keluarga manapun yang pernah saya temui."

Hanya dalam 24 jam, halaman itu telah mengumpulkan lebih dari 21.000 dolar (Rp 295 juta) dan penyelenggara, Karen Ferraro, berterima kasih kepada mereka yang telah menyumbang. (Tribunstyle/Dhimas Yanuar).

Artikel Asli