Reaksi Bamsoet Soal Keluhan Mahasiswa Belajar Daring

Tagar.id Dipublikasikan 23.02, 10/08
Reaksi Bamsoet Soal Keluhan Mahasiswa Belajar Daring

Jakarta - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan masih ada sejumlah keluhan dan kesulitan yang dihadapi berbagai universitas dalam melaksanakan perkuliahan via daring selama masa pandemi Covid-19. Dengan adanya kendala tersebut, dia meminta agar pemerintah memperhatikan hal ini. 

"Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera membantu dengan memetakan sejumlah kesulitan tersebut, kemudian menentukan prioritas kesulitan serta hambatan yang harus diselesaikan terlebih dahulu," kata Bamsoet kepada wartawan, Senin, 10 Agustus 2020. 

Menurut Bamsoet, ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam menangani keluhan mahasiswa dalam belajar daring seperti meminta operator internet untuk menambah daya agar permasalahan sinyal dapat diatasi. Selain itu, pemerintah juga bisa membantu untuk memberikan keringanan bagi mahasiswa sebagai biaya pulsa. 

Dosen perlu untuk berinovasi menemukan metode pembelajaran yang efektif dan efisien dalam menentukan silabus perkuliahan.

"Perbaikan sistem evaluasi terkait keseriusan mahasiswa ketika pembelajaran dilakukan, dikarenakan terbatasnya anggaran dan keterbatasan ruang gerak di tengah pandemi Covid-19, sehingga perlu dilakukan skala prioritas dari penyelesaian kesulitan tersebut," ucap Bamsoet. 

Mantan Ketua DPR ini meminta pemerintah memastikan ketersediaan modem atau wifi dalam memberikan sinyal internet yang memadai bagi mahasiswa. Dalam hal ini Kemendikbud juga harus mengalokasikan anggaran untuk biaya membeli pulsa dan kuota internet guna mengikuti pembelajaran via daring.

Dia mengimbau mahasiswa untuk lebih serius dalam mengikuti pembelajaran daring. Khusus untuk para dosen pengajar juga tidak terlalu membebani mahasiswa dengan tugas yang berlebihan. 

"Dosen perlu untuk berinovasi menemukan metode pembelajaran yang efektif dan efisien dalam menentukan silabus perkuliahan, sehingga dapat diikuti mahasiswa dengan baik tanpa mengurangi kompetensi sesuai target yang telah ditetapkan," ujar dia. 

Bamsoet berharap universitas dan perguruan tinggi, khususnya swasta tetap berupaya memberikan fasilitas dan pendidikan terbaik bagi mahasiswa, sekalipun penerimaan mahasiswa baru di universitas swasta selama pandemi Covid-19 mengalami keterlambatan. []

Artikel Asli