Ratusan KTP Warga di Boyolali Disita Satpol PP, Ternyata Ini Alasannya

Merdeka.com Dipublikasikan 04.18, 09/08

                foto e-ktp. ©jabarprov.go.id
Pada Kamis (6/8), ratusan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) milik warga disita oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Boyolali. Setidaknya ada 300 e-KTP yang disita Satpol PP. Lantas, pelanggaran apa yang telah mereka lakukan hingga e-KTP mereka sampai disita?

Pada Kamis (6/8), ratusan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) milik warga disita Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Boyolali. Setidaknya ada 300 e-KTP yang disita Satpol PP.

Setelah itu, warga yang kartu tanda penduduknya disita boleh kembali mengambilnya di kantor Satpol PP.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Boyolali Masruri mengatakan, penyitaan KTP itu dilakukan dalam rangka mendisiplinkan masyarakat. Lantas, apa yang membuat e-KTP para warga itu disita? Berikut penjelasannya.

Alasan e-KTP Disita

©jabarprov.go.id

Berdasarkan keterangan Masruri, penyitaan ratusan KTP itu dilakukan karena warga diketahui melanggar protokol kesehatan yaitu tidak mengenakan masker. Dia menjelaskan penyitaan itu dilakukan dalam rangka kegiatan razia masker pada masa adaptasi kebiasaan baru untuk memutus penyebaran Virus Corona di wilayah itu. Kegiatan itu dilaksanakan selama sepekan.

“Kami menurunkan petugas gabungan Satpol PP bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) setempat untuk melakukan razia selama sepekan,” kata Masruri dikutip dari ANTARA pada Kamis (6/8).

Menyasar Tempat-Tempat Umum

©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Dalam kegiatan razia itu, tim gabungan Satpol PP beserta Forkopimcam melakukan razia dengan menyasar tempat-tempat umum seperti pasar dan perkantoran. Selain itu tempat wisata dan pusat-pusat keramaian lain tak luput dari perhatian.

"Kami melakukan razia masker di pasar-pasar tradisional, seperti Pasar Cemogo, Ampel, Juwangi dan lainnya. Kami juga melakukan razia masker di ruang publik, seperti kompleks perkantoran terpadu Pemkab Boyolali, Alun Alun Kidul, Alun-Alun Utara, dan ikon-ikon Boyolali, seperti simpang lima patung kuda yang banyak dikunjungi orang," kata Masruri.

Diberi Pembinaan

©2020 Merdeka.com

Dari hasil razia itu, tim gabungan itu telah menyita 300-an e-KTP dalam sepekan. Warga yang e-KTP nya disita dapat mengambilnya kembali di kantor Satpol PP. Saat mengambil, mereka diberi pembinaan agar tidak mengulang pelanggaran yang sama.

“Kami meminta warga untuk mengambil e-KTP di Satpol PP sekaligus memberi pembinaan agar mereka mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Boyolali,” tambah Masruri.

Hanya untuk Pembiasaan

Sementara itu, untuk para pelanggar protokol kesehatan Masruri mengatakan belum akan menerapkan sanksi. Kegiatan razia itu lebih bertujuan agar masyarakat semakin disiplin dan terbiasa memakai masker pada saat masa adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi itu.

"Untuk menerapkan denda masih menunggu payung hukum yang kuat. Sanksi denda belum, karena harus ada payung hukumnya. Kalau penyitaan e-KTP untuk pembelajaran masyarakat agar lebih disiplin," jelas Masruri.

Artikel Asli