Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Akhirnya Akui Tak Punya Garis Keturunan Kerajaan

Kompas.com Dipublikasikan 10.49, 20/01 • Kontributor Semarang, Riska Farasonalia
Dok Istimewa
Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso dan Sang Ratu, Fanni Aminadia

SEMARANG, KOMPAS.com - Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat, Toto Santoso dan Fanni Aminadia akhirnya mengakui bahwa mereka bukan dari keturunan Kerajaan Mataram.
Sebelumnya, Fanni sempat berbelit-belit saat dimintai keterangan oleh polisi.

Pasalnya, dia masih merasa mendapatkan wangsit sebagai keturunan kerajaan.

Baca juga: Ganjar Jawab Pesan Ratu Keraton Agung Sejagat dengan 3 Pertanyaan Ini

"Walau sudah mengakui kalau bohong, esok hari kita tetap akan melakukan pemeriksaan psikologisnya untuk dicek kondisi kejiwaan pelaku," ujar Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iskandar Fitriana di Semarang, Senin (20/1/2020).

Iskandar mengatakan, usai dilakukan pengecekan oleh beberapa ahli sejarah, raja dan ratu Keraton Agung Sejagat ternyata bukan keturunan dari kerajaan Mataram dan Majapahit atau kerajaan-kerajaan yang lainnya.

"Sudah kita cek dan pastikan bahwa saudara Toto dan Fanni tidak mempunyai silsilah keturunan raja dan juga garis keturunan dari Kerajaan Mataram maupun Majapahit," kata Iskandar.

Maka dari itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat khususnya bagi anggota Keraton Agung Sejagat yang sudah terjerumus untuk segera menyadari dan tidak melanjutkan kegiatannya.
Kemudian tidak lagi menyebarkan paham Keraton Agung Sejagat kepada warga yang lainnya
"Saya berharap anggota-anggota Keraton Agung Sejagat untuk berhenti. Sudah banyak pihak yang merasa dirugikan. Jangan sampai paham ini dilanjutkan untuk disebarkan kepada masyarakat luas," ucap Iskandar.

Sebelumnya, keberadaan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah, membuat heboh masyarakat.

Polisi menersangkakan Toto Santoso dan Fanni Aminadia yang mengaku raja dan ratu keraton tersebut.

Kedua tersangka dijerat pasal penipuan. Keduanya meminta pungutan dari pengikutnya.

Bahkan, ada yang menyetor hingga Rp 110 juta.

Selain penipuan, keduanya juga dijerat Pasal 14 UU RI Nomor 1 tahun 1946 tentang menyiarkan berita atau pemberitaan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran.

Sejumlah barang bukti disita, termasuk dokumen yang diduga dipalsukan pelaku.

Polisi juga sempat menggeledah rumah kontrakan Toto yang ada di Sleman.

Diketahui, Toto juga membuka angkringan di halaman kontrakannya.

Baca juga: Ganjar Mengaku Pernah Dikirimi Pesan oleh Ratu Keraton Agung Sejagat lewat Instagram

Penulis: Kontributor Semarang, Riska FarasonaliaEditor: David Oliver Purba

Artikel Asli