Raja Thailand Lantik Pejabat Baru Sementara Demonstrasi Meningkat

VOA Indonesia Dipublikasikan 20.07, 12/08/2020 • VOA

Raja Thailand Rabu (12/8) melantik enam pejabat kabinet baru di tengah demonstrasi dipimpinan mahasiswa, yang belum pernah terjadi sebelumnya. Demonstrasi yang mengecam kerajaan ini pecah dalam beberapa hari terakhir.

Maha Raja Vajiralongkorn menyerukan "ketertiban dan perdamaian" selama pidatonya, tetapi menahan diri untuk tidak secara eksplisit menyebut kerusuhan tersebut. Ia memberi restu kepada anggota kabinet baru dan berharap mereka diberi kesehatan dan kebijaksanaan agar berhasil melakukan tugas sesuai dengan sumpah mereka.

Perombakan kembali kabinet, yang sekarang termasuk eksekutif perbankan Predee Daochai sebagai menteri keuangan dan Supattanapong Punmeechaow sebagai menteri energi, dilakukan ketika enam menteri mengundurkan diri bulan lalu, merujuk pada perselisihan internal, partai yang berkuasa.

Perbedaan pendapat di Thailand terus berkembang sejak 2016, ketika raja naik tahta setelah kematian ayahnya. Selama empat tahun terakhir, ia telah memberlakukan beberapa undang-undang keamanan yang membatasi kebebasan berbicara dan para pengecam pemerintah.

Thailand merupakan sebuah negara dengan hukuman penghinaan terhadap kerajaan yang paling keras di dunia, lèse-majesté yang menjatuhkan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Banyak kalangan pemerintah menganggap seruan mahasiswa untuk demokrasi yang lebih besar sebagai radikal dan bertentangan dengan budaya Thailand, yang biasanya menghormati monarki dan menganggapnya sebagai suci.

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha hari Selasa mengatakan ribuan pengunjuk rasa mahasiswa "bertindak terlalu jauh" setelah sebagian menyampaikan 10 poin seruan untuk berbagai reformasi.

Belum ada pemimpin mahasiswa yang dituntut berdasarkan hukum lèse-majesté, tetapi dua mahasiswa telah dituduh melakukan penghasutan dan pengkhianatan.[my/jm]

Artikel Asli