Rachmat Kaimuddin, Darah Segar Pembawa Bukopin Makin Bugar

kumparan Dipublikasikan 14.28, 08/12/2019 • Wendiyanto Saputro
Direktur Keuangan Bank Bukopin Tbk, M. Rachmat Kaimuddin. Foto: Dok. Pribadi

PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) memburu perolehan laba bersih sebesar Rp 250 miliar di sepanjang 2019. Sementara hingga kuartal III tahun ini, Perseroan telah meraih laba bersih Rp 151 miliar atau sekitar 60 persen dari target.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Bank Bukopin, M. Rachmat Kaimuddin, menyatakan perolehan laba bersih itu terutama ditopang kenaikan pendapatan operasional.

"Inovasi keuangan seperti produk Flexy Bill, Flexy Gas, dan Flexy Health, semakin memperkuat posisi Bukopin dalam jangka panjang karena dirancang untuk memenuhi kebutuhan nasabah dan tidak dimiliki oleh para kompetitor," kata Rachmat melalui pernyataan resmi yang diterima kumparan, Minggu (8/12).

Rachmat yang masuk jajaran Direksi Bank Bukopin sejak Mei 2018 silam, menjadi darah segar di antara pengurus perusahaan berkode BBKP di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu. Pria yang genap 40 tahun pada April lalu, menjadi yang termuda di antara direktur lainnya di Bukopin.

Sepanjang empat tahun sebelumnya (2014-2018), penyandang gelar BSc. bidang enginering elektrik dari Massachusetts Institute of Technology dan MBA dari Stanford University, itu menjabat Komisaris Bukopin.

Direktur Keuangan Bank Bukopin Tbk, M. Rachmat Kaimuddin (Kedua dari kiri) bersama jajaran direksi lainnya. Foto: Dok. Pribadi

“Di tahun 2018, saya diminta oleh teman-teman dan pemegang saham untuk fulltime di bank. Akhirnya, pada bulan Mei, saya mendapatkan amanah untuk menjadi Direktur Keuangan & Perencanaan Bank Bukopin,” ujar ayah tiga anak itu.

Seiring masuknya Rachmat ke jajaran direksi, Bank Bukopin berhasil melakukan fundraising Rp 1,5 triliun melalui rights issue. Fundraising ini menarik perhatian KB Kookmin Bank asal Korea Selatan, untuk menjadi salah satu pemegang saham utama.

Selain itu, di tahun 2019 Bank Bukopin juga berhasil mendapatkan dana melalui sekuritisasi aset (KIK EBA) sebesar Rp1.3 triliun dengan underlying aset kredit personal. Hal ini belum pernah dilakukan sebelumnya di Indonesia.

Sebagai Direktur Keuangan dan Perencanaan, Rachmat yang menavigasikan kemajuan PT Bank Bukopin Tbk untuk jangka waktu ke depan.

Direktur Keuangan Bank Bukopin Tbk, M. Rachmat Kaimuddin. Foto: Dok. Pribadi

Mengingat usianya yang masih muda, Rachmat senantiasa mengikuti arus perkembangan teknologi dan mengupayakan inovasi. Terkait strategi Bank Bukopin menghadapi revolusi industri 4.0, ia mengatakan, “Kami akan terus memperkuat produk dan layanan berbasis digital, mengikuti tren, dan berinovasi menciptakan produk dan layanan yang up to date.”

Mantan Senior Associate di Boston Consulting Group itu, menambahkan dalam pengembangan produk, dirinya akan melibatkan generasi milenial untuk memberikan masukan. “Jadi, kami melakukan investasi di teknologi dan juga listening to our customer, where are they going, kami harus ke sana,” imbuh Direktur Keuangan dan Perencanaan Bank Bukopin Tbk, Rachmat Kaimuddin.

Artikel Asli