RISET: Millennials adalah Generasi yang Paling Kesepian

Provoke-online.com Dipublikasikan 07.45, 23/10/2019
millennials loneliness

Kesepian yang menjamur, terus meningkat dan perlu segera diatasi

 

Sebuah survei terbaru di Amerika Serikat menunjukan bahwa millennials adalah generasi yang paling kesepian. Survei yang dilakukan oleh YouGov ini menemukan 30% dari millennials selalu atau sering merasa kesepian. Sedangkan 20% dari Generasi X merasakan hal yang sama dan hanya 15% dari Baby Boomer.

millennial 1

YouGov telah mensurvei 1.254 orang dewasa di Amerika Serikat. Temuan lainnya dari survei ini mengungkapkan satu dari lima millenials mengatakan bahwa mereka tidak memiliki teman. Secara persentase, sekitar 22% dari millennials merasakan hal tersebut. Sebaliknya, hanya 16% Gen X dan 9% baby boomer yang mengatakan hal yang sama.

millennial 2

Survei tersebut menunjukan bahwa tingkat kesepian yang cukup tinggi di kalangan generasi muda. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan asuransi kesehatan, Cigna, pada 2018 pun menunjukkan hal yang serupa. Penelitian tersebut mengungkapkan 20.000 orang dewasa yang turut dalam survei ini merasa sendirian atau kesepian.

Pada 2018, BBC pun melakukan survei online terhadap 55.000 orang dari seluruh dunia. Hasilnya, tingkat kesepian tertinggi dirasakan oleh kelompok usia 16 hingga 24 tahun.

Penelitian yang serupa pun dilakukan di Jepang yakni tentang hikikomori, orang yang menarik diri dari kontak sosial dan tidak meninggalkan rumah mereka. Penelitian tersebut menemukan jumlah hikikomori berusia 15 hingga 39 tahun mengalami peningkatan dua kali lipat menjadi 541.000 sejak penelitian terakhir pada 2010.

Fenomena ini pun nggak bisa diabaikan. Pasalnya kesepian pun mempengaruhi kesehatan mental dan fisik. Penelitian menunjukkan bahwa rasa terisolasi secara sosial dalam jangka waktu lama memiliki risiko yang sama seperti kematian dini karena obesitas, polusi udara, atau merokok 15 batang per hari.

Untuk itu dibutuhkan tindak pencegahan yang masif. Sehingga mampu menekan peningkatan tingkat kesepian pada anak muda, khususnya.

 

via World Economics Forum, foto: Inc.com, World Economics Forum

Artikel Asli