REZEKI Pungut & Pelihara Kucing Jalanan, Gadis Ini Takjub Lihat Perubahan Ibunya yang Sakit Kanker

Tribun Style Dipublikasikan 23.53, 07/08 • galuh palupi
Cerita viral kucing bernama Serkam

TRIBUNSTYLE.COM - Seorang gadis asal Malaysia bernama Syakirah Hani mengunggah cerita yang lantas viral melalui akun Twitternya @hnihmdn.

Kisah yang diunggah pada 4 Agustus 2020 itu hingga kini telah diretweet 12 ribu kali dan disukai 15 ribu kali.

Dalam unggahannya, Hani bercerita perubahan drastis sang ibu setelah ia memungut kucing jalanan untuk dipelihara di rumah.

Cerita viral kucing bernama Serkam (Twitter @hnihmdn)

Kucing berbulu putih itu diberi nama Serkam.

Menurut Hani, Serkam belakangan ini tengah sakit sehingga bersikap lebih manja pada orang rumah.

"Serkam sebenarnya suka mengganggu ibuku salat. Tapi kali ini dia hanya duduk di pangkuan bunda saat sedang tahiyat akhir."

"Dia juga banyak tidur akhir-akhir ini," cerita Hani tentang foto kucingnya yang viral, dikutip dari mStar Online.

"Mungkin dia juga ingin diperhatikan karena merasa tidak sehat. Serkam sudah tak aktif selama seminggu lebih, kami pun sudah membawanya ke klinik Kamis kemarin," lanjutnya.

Hani menyebut, sejak pertama Serkam datang ke rumahnya telah dianggap seperti anggota keluarga.

Ia merasa sangat khawatir jika kucing itu meninggalkan dia dan ibunya.

"Aku sangat khawatir karena banyak yang bercerita jika kucing akan manja dengan pemiliknya saat akan mati," ungkap Hani.

Kekhawatiran Hani lantaran melihat perubahan drastis sang ibu semenjak ada Serkam di rumah.

Ibunda Hani adalah mantan pasien kanker payudara.

Sejak kehadiran Serkam, ibu Hani kini tampak lebih bugar dan kesehatannya terus membaik.

"Ibuku Noor Azni adalah mantan pasien kanker payudara. Dia sudah 7 tahun mengidap kanker. Sejak merawat Serkam, ibuku banyak berubah."

"Stresnya berkurang dan kondisinya terus membaik," ucap Hani.

Serkam adalah alat terapi yang mujarab bagi ibunya.

Hani mengingat bagaimana Serkam dulu ditemukan.

Namanya diambil dari lokasi kucing itu dipungut, yakni Serkam, Melaka.

Kala itu kucing berwarna putih itu masih kurus kering dan mengeong-ngeong di sebuah kedai makanan.

Tak butuh waktu lama, Hani memungutnya untuk dijadikan peliharaan di rumah.

Dan yang terjadi, kucing itu sangat dekat dengan ibunda Hani.

Bahkan menurut Hani, Serkam tak bisa tidur jika tak di samping ibunya.

"Serkam ini sangat dekat dengan ibuku. Dia juga tidur di ranjang dengan ibuku. Kalau ibu tak ada, dia tak mau tidur," kata Hani.

Hani bahkan menyebut ibunya sudah menganggap Serkam seperti cucunya sendiri.

"Menyayangi kucing itu seperti cucunya sendiri. Ibu juga menganggap dirinya adalah nenek Serkam."

"Saya tak bisa membayangkan jika Serkam mati meninggalkan kita semua," pungkas Hani.

Kucing di Hagia Sophia, Gli. (Instagram/seeyouturkey)

Lantas benarkah memelihara kucing bagus untuk kesehatan?

Berikut ini adalah manfaat memelihara kucing untuk kesehatan mental.

Membantu hubungan Sosial kita

Kucing bisa membantu hubungan Sosial kita dengan baik kepada orang lain.

Sifat kucing yang manja dengan tuannya akan menjadi terapi tersendiri untuk tuannya dalam membangun kepercayaan kepada orang lain

untuk memiliki hubungan Sosial pada masyarakat.

Mengurangi depresi

Kucing sering bertingkah lucu yang kadang membuat kita tertawa saat kita melihat tingkahnya yang lucu.

Hal itu akan menbuat kita senang dan bahagia dibanding orang yang tidak memelihara kucing.

Orang yang memelihara kucing akan cenderung lebih lepas dan tenang dalam menyikapi masalah sehingga jauh dari stres dan depresi.

Pribadi yang lebih terbuka

Kucing suka mengeong dan mencari perhatian tuannya dengan tingkah yang sangat lucu.

Perilaku kucing yang mencari perhatian tuannya akan membuat kita menjadi merasa dipercaya dan diandalkan.

Hal itu melatih kita untuk lebih terbuka pada orang yang mempercayai kita.

Membuat lebih bahagia

Hewan berbulu yang mempunyai banyak bulu ini memang bisa membuat kita lebih bahagia jika kita memeliharanya.

Memelihara kucing akan membuat kita bahagia karena tingkah lucunya dan lebih rileks dalam menjalani hidup, sehingga jauh dari depresi.

Melatih komunikasi

Terkadang kita tidak mau nenderngar dari orang lain, tetapu kucing adlaah pendengar yang baik dan setia.

Bahkan kucing peka terhadap perasan tuannya dan mengerti apa yang sedang dirasakan oleh tuannya. (*)

Artikel Asli