Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Ghozali Cuan 12 Miliar dari Jualan NFT di OpenSea: Pengin? Ini Rahasia Dapurnya!

Mojok.co Dipublikasikan 00.31, 14/01 • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

MOJOK.COGimana, sudah ngiler untuk coba jualan NFT di OpenSea seperti Ghozali dan jadi miliarder muda? Baca dulu tulisan ini, deh.

Media sosial geger lagi, tapi kali ini karena sesuatu yang menurut saya cukup spektakuler. Kumpulan swafoto (selfie) pemuda bernama Ghozali viral di media sosial karena berhasil mendapatkan keuntungan hingga Rp12,3 miliar!

Yang bikin heboh, Ghozali, yang punya nama lengkap Sultan Gustal Al Ghozali ini sukses menjual ratusan koleksi selfie mukanya dengan harga yang fantastis sebagai NFT alias Non-fungible Token di situs e-commerce NFT bernama OpenSea.

Praktis, dunia maya geger. Apalagi, Ghozali orang asli Indonesia dan publik Indonesia gemar geger gedhen dengan urusan yang berkaitan sama perut dan duit.

Dari pantauan di akun Ghozali Everyday di OpenSea, koleksi NFT pemuda ini dijual paling murah seharga 0,23 ETH yang kalau di-rupiah-kan berarti sekitar Rp12-13,5 juta. Jadi, dengan hitungan kasar, dia punya total koleksi 933 selfie, bisnis NFT milik Ghozali bernilai hampir Rp12,5 miliar!

Bagaimana bisa, selfie muka Ghozali di background yang sama sekali tidak estetik, bisa diburu orang dan kolektor NFT di OpenSea hingga dapat untung hingga Rp12 miliar?

Nah, mari coba kita bahas satu per satu ya.

Selfie Ghozali memang sekilas biasa saja, tapi punya rahasia tersendiri!

Saya berani taruhan kalau Ghozali pasti nggak mengira, alih-alih memprediksi dengan apa yang dia alami dan dapatkan sekarang. Karena tren di NFT memang begitu cepat naik-turun seperti halnya pasar cryptocurrency, jadi semua serba-cepat dan nyaris tidak bisa diprediksi.

Dan tentu saja, kita nggak perlu iri karena rezeki orang memang sudah ada yang ngatur. Ya kalau di konteks Ghozali, mungkin Gusti Allah menurunkannya lewat NFT.

Lagipula, karena konsep selfie sudah di-viral-kan melalui Ghozali, nyaris mustahil gegap gempita itu bisa terulang lagi meski kalian punya wajah yang lebih ngganteng dan background yang lebih estetik dari selfie Ghozali yang dijual di OpenSea.

Kalau saya, sih, nggak mau muluk-muluk menganalisis dengan konsep yang ndakik-ndakik. Bagi saya, Ghozali sukses memanfaatkan hype NFT dengan cara yang konsisten dan unik.

Konsisten jadi kata pertama yang kita bahas. Kenapa begitu? Karena dia tidak bisa dibilang beruntung. Dia orang yang sangat gigih. Logikanya saja, dia baru mendalami NFT sekitar dua bulan lalu, tapi bisa punya ide buat menjadikan total 933 selfie dirinya selama lima tahun terakhir sebagai NFT. KUWI KEREN BANGET, NDES!

Dan tentu saja, keberuntungan datang kepada mereka yang gigih dan konsisten. Ya kalau sedikit minjam quote ala-ala Barat, there’s no such thing as coincidence, lah.

Lalu dari sisi keunikan, bagi saya ini krusial. NFT ini, kan, pasar yang menurut saya masih sangat abstrak. Beberapa karya 2D dan 3D yang dijual dalam bentuk NFT di OpenSea, juga kebanyakan punya konsep yang abstrak. Itu lho, konsep yang bikin orang-orang awam kayak kita kesannya mikir banget. Kalau nggak abstrak pun, beberapa karya yang dijadiin NFT biasanya foto-foto dengan kualitas gambar yang nggak sepele dan wah banget.

Nah, di tengah keseriusan karya-karya seni yang kece seperti itu, selfie Ghozali datang dengan konsep yang sangat simpel; swafoto dengan muka datar tanpa background yang di-edit sedemikian rupa agar tampak sempurna. Piye yo, selfie Ghozali ini tuh memang sangat apa adanya dan sangat sederhana.

Dan bagi saya, ini jadi angin segar bagi dunia NFT. Kenapa? Sebab viralnya selfie Ghozali menunjukkan bahwa tak perlu karya premium agar bisa meraup untung miliaran rupiah melalui NFT.

NFT akan selalu ada dan mencuri atensi publik selama ada orang yang mau beli. Nyatanya, memang ada orang yang cukup random dan mau beli foto-foto sejenis foto muka Ghozali.

Bahkan sebelum booming soal Ghozali, tak jarang kita menemukan contoh relatif absurd di mana orang-orang menjual twit di Twitter-nya atau foto es teh manis di gelas minumnya sebagai NFT di OpenSea. Karena ya, di NFT, semua bisa kamu jual, termasuk selfie muka bangun tidur kalian atau foto kucing kalian yang lagi ngeden mau boker di pasir.

Kalau Siskaeee konon bisa meraup jutaan hingga miliaran rupiah lewat kontennya di OnlyFans, selfie Ghozali ini seakan menampar semua itu dan seolah seperti bilang, “Nggak perlu telanjang pamer aurat atau konten seks buat raup duit miliaran.”

Nah, kalau kalian pengin coba mengikuti cara Ghozali, kita masuk ke bahasan berikutnya: bagaimana, sih, cara jualan di OpenSea?

OpenSea adalah e-commerce gaya baru

Pada dasarnya, OpenSea adalah satu dari sekian banyak e-commerce yang melayani jual-beli NFT. Kalau saya, misalnya, aktif di dua tempat yakni Curate dan OpenSea.

Di platform ini, tidak ada batasan aset digital yang dapat dibeli dan dijual. Kamu bisa literally menjual apa saja yang ada di sekitar kamu sebagai NFT. CATAT YA: APA SAJA! Mau itu foto, karya seni, nama domain situsweb, twit viral, pokoknya apa saja bisa kamu jual sebagai aset digital di sini.

Tapi sebelum jualan di OpenSea, kalian harus punya akun Metamask. Sederhananya, Metamask ini adalah dompet digital yang memungkinkan kamu menampung semua hasil transaksi di OpenSea. Bikin akun Metamask juga nggak susah karena dia sudah jadi extension di Chrome, jadi prosesnya nggak ribet.

Setelah dompet digital siap, kini saatnya bikin akun di OpenSea. Prosesnya nggak beda jauh dengan bikin akun di media sosial atau di platform digital pada umumnya. Kalian harus mengisi profil dan sejenisnya, sebelum kemudian mulai berjualan.

Untuk berjualan, ada yang namanya My Collection, di mana di situ kalian mengelompokkan apa saja yang pengin kalian jual. Misal, kalian dalam waktu dekat, berencana jualan foto-foto kucing. Jadi, di My Collection, kalian hanya perlu bikin folder bernama “Kucing” dan mulai upload gambar-gambar kucing kalian di situ. Nantinya, semua aset digital tentang kucing kalian, masukkan saja di situ untuk dijual ke publik.

Untuk proses transaksi, pada umumnya, nggak beda jauh dengan transaksi seperti di dunia nyata. Ada proses tawar-menawar, sampai proses penentuan harga. Nah, di sini, strategi Ghozali patut kalian tiru.

Yang saya salut, Ghozali menjual selfie mukanya dengan harga sangat terjangkau di kisaran 0,001 ETH atau sekitar Rp45 ribu per fotonya. Sangat murah dan terjangkau. Jadi, ketika itu kemudian meledak seperti di kasus Ghozali, harga-harga murah itu akan memudahkan kolektor membeli bahkan memborongnya dan kelak menjualnya dengan harga fantastis ketika NFT tersebut viral di OpenSea dan dunia digital.

Dan ingat, untuk setiap aset digital yang terjual di profil kalian, kalian bisa tentukan komisi yang kalian dapat. Kalau di konteks Ghozali, dia set komisi di angka 10% yang mana itu sudah lumayan banget. Asumsikan saat ini harga selfie termurah Ghozali ada di kisaran Rp13 juta, jadi kalau ada kolektor yang jual seharga itu dan dibeli orang, Ghozali tetap kecipratan fee 10% dari Rp13 juta itu yakni sekitar Rp1,3 juta. Lumayan, bukan? Nggak beda jauh sama UMR Sleman, buoos!

Gimana, sudah ngiler untuk coba jualan NFT seperti Ghozali dan jadi miliarder muda?

Saran saya, pelajari dulu alurnya dan jangan berharap banyak bakal langsung seperti Ghozali, sebab kembali seperti apa yang saya tulis di paragraf awal; tidak ada yang bisa memprediksi apa pun di dunia NFT.

Artikel Asli