Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Runner Up Kasus Covid-19 se-Jatim, Ada 1 Pasien Omicron di Surabaya

Runner Up Kasus Covid-19 se-Jatim, Ada 1 Pasien Omicron di Surabaya

JawaPos.com–Per Selasa (25/1), Kota Surabaya menjadi runner up kasus Covid-19 se-Jawa Timur. Dalam sehari, terdapat 37 kasus baru. Saat ini, total terdapat 77 kasus Covid-19 di Kota Surabaya.

Meski demikian, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Kota Surabaya hanya memiliki 1 kasus Covid-19 varian Omicron. Dia meminta seluruh masyarakat di Kota Pahlawan untuk tidak panik.

”Alhamdulillah hari ini kasus Omicron tinggal 1. Yang kain sudah sembuh. Masyarakat tidak boleh panik dan harus tetap mematuhi prokes,” kata Eri, Rabu (26/1).

Eri meminta warga tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) dalam menghadapi varian Omicron. Seluruh rumah sakit yang berstatus menangani pasien Covid-19 untuk siap siaga.

”Rumah sakit, Hotel Asrama Haji (HAH), RSLT (Rumah Sakit Lapangan Tembak) maupun GBT kita standby kan semua, untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 yang membutuhkan rawat inap,” papar Eri.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, Eri mengaku tak ingin ada kecolongan dengan adanya lonjakan kasus Covid-19 di Kota Surabaya. Dia memastikan ketersediaan obat dan oksigen di rumah sakit aman.

”Insya Allah tidak ada kelangkaan lagi. Obat-obatan, bahan medis habis pakai, alat medis habis pakai, dan oksigen telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19,” ungkap Eri.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina mengungkapkan, empat pasien Omicron yang sebelumnya terpapar akibat melakukan perjalanan ke luar kota, semuanya telah dinyatakan sembuh oleh tim medis. ”Empat itu sudah sembuh semuanya. Kemudian, terdapat tambahan pasien yang terkonfirmasi Omicron, yakni sebanyak 13 pasien,” ungkap Nanik.

Sebanyak 13 pasien yang terkonfirmasi varian Omicron tersebut, adalah orang-orang yang telah melakukan perjalanan luar kota dan terdeteksi ITD (Institute of Tropical Disease) secara bergiliran. Saat ini, 12 di antaranya telah dinyatakan sembuh.

”Kemudian, berdasar hasil swab ulang dari kasus tersebut, satu pasien masih dinyatakan positif. Jadi yang masih dalam perawatan ada satu pasien dan mudah-mudahan segera sembuh,” terang Nanik.

Sebagai upaya untuk mencegah varian Omicron di Kota Surabaya, Nanik meminta seluruh masyarakat untuk konsisten dalam menerapkan prokes dalam berkegiatan sehari-hari di lingkungan publik. ”Kami juga terus memperkuat upaya 3T (testing, tracing, dan treatment) secara agresif dan massif, kemudian memfasilitasi tempat isolasi terpusat bagi yang terkonfirmasi positif sampai sembuh,” kata Nanik.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pengetatan dan pengawasan terhadap keluar masuknya warga luar Kota Surabaya. Juga memastikan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) melakukan karantina sesuai SOP melalui peran Satgas Kampung Wani Jogo Suroboyo di masing-masing wilayah.

”Masyarakat harus selalu patuh dalam menggunakan aplikasi PeduliLindungi secara tertib agar bisa terlacak jika ada kasus konfirmasi ataupun kontak erat di tempat umum. Di samping itu, dapat mendeteksi kapasitas layanan publik telah overload atau belum,” jelas Nanik.

Nanik menambahkan, secara umum gejala yang ditunjukkan pasien yang terpapar varian Omicron adalah gejala ringan. Sehingga, apabila mempunyai gejala batuk dan pilek, serta telah melakukan perjalanan dengan riwayat perjalanan luar kota yang berisiko, harap segera memeriksakan diri untuk dilakukan swab.

”Hal ini sebagai upaya pencegahan penularan dan penyebaran varian Omicron,” kata Nanik.

Oleh karena itu, Nanik memastikan bahwa tingkat kesembuhan dari paparan varian Omicron cukup cepat. Dia minta masyarakat agar tidak panik dan tetap melakukan aktivitas sehari-sehari seperti biasa dengan menerapkan prokes dengan ketat.

”Varian Omicron di Kota Surabaya rata-rata menunjukkan keluhan tanpa gejala sampai dengan gejala ringan, akan tetapi kita wajib tetap waspada terhadap penyebaran varian Omicron dimanapun berada,” ucap Nanik.

Artikel Asli