Pulang Kampung Setelah Setahun Merantau, Pasutri Asal Tegal Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali

Kompas.com Dipublikasikan 16.57, 10/08/2020 • Teuku Muhammad Valdy Arief
KOMPAS.com/Tresno Setiadi
Ambulans yang membawa salah satu korban tewas dalam kecelakaan maut Tol Cipali tiba di rumah duka disambut warga Desa Bersole, Kecamatan Adiwerna, Senin (10/8/2020) sore.

TEGAL, KOMPAS.com- Dua dari delapan korban tewas dalam kecelakaan di Tol Cipali pada Senin (10/8/2020) dini hari adalah pasangan suami istri asal Tegal, Jawa Tengah.

Mereka adalah Suharjo (40) dan Warkonah (35). Keduanya adalah pedagang ketoprak di Jakarta.

Saat peristiwa naas itu terjadi, Suharjo dan Warkonah sedang dalam perjalanan pulang kampung untuk pertama kalinya setelah setahun merantau.

Baca juga: Enam Warga Tegal Jadi Korban Tewas di Tol Cipali

"Rencananya mau menghadiri hajatan keluarga. Ternyata pulang dalam keadaan sudah tidak bernyawa," kata Rusja, ayah Suharjo, di rumah duka, Desa Bersole, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Senin.

Saat jenazah Suharjo dan Warkonah tiba di rumah duka, tangis keluarganya pecah.

Tak jauh dari rumah pasangan suami istri ini, suasana duka juga terasa di rumah Rapiah (55) yang juga tewas dalam kecelakaan maut itu.

"Ibu jualan nasi pecel. Pulang dari Jakarta naik travel, ternyata dapat kabar ibu meninggal," kata Muftiha (35), anak Rapiah, kepadaKompas.com.

Baca juga: 8 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali, Ini Nama-nama Korban

Selain tiga korban tersebut, ada tiga warga Tegal lainnya yang tewas dalam kecelakaan di Tol Cipali.

Mereka adalah Putri Ainur Ifazah (18) asal Desa Meleten Adiwerna, dan May Sri Korina (21) asal Desa Lumingser, Adiwerna. Terakhir Sugeng Raharjo (54) asal Desa Balapulang, Kecamatan Balapulang.

Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi mengatakan, kecelakaan berawal saat mobil travel Isuzu melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon.

Saat di Kilometer 184 Tol Cipali, mobil oleng ke kanan dan masuk jalur arah berlawanan.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Cipali

Saat bersamaan, ada mobil Toyota Rush melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta hingga tabrakan tak dapat dihindarkan.

"Kendaraan Elf dari Jakarta menuju Cirebon penumpang 16 orang, termasuk sopir dan kondektur. Delapan orang meninggal dunia, delapan lainnya luka-luka," kata Rudy kepada Kompas.com di Rumah Sakit Arjawinangun.

 

Penulis Kontributor Tegal, Tresno Setiadi

Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief

Artikel Asli