Puji Perut Kapolri, Anggota DPR Singgung Polisi Gendut

Liputan6.com Dipublikasikan 01.46, 21/11/2019 • Liputanenam
Komjen Idham Azis Jalani Uji Kepatutan dan Kelayakan Calon Kapolri
Kabareskrim Komjen Idham Azis bersiap menjalani Uji Kepatutan dan Kelayakan di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/10/2019). Idham Azis merupakan calon tunggal Kapolri yang ajukan Presiden Jokowi menggantikan Kapolri sebelumnya Tito Karnavian. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota DPR Trimedya Panjaitan menyinggung polisi dengan perut gendut saat rapat kerja bersama Kapolri Jenderal Pol Idham Azis.

Menurut dia, polisi identik dengan perut buncit. Tetapi, Trimedya memuji Idham yang menjaga tubuhnya.

Dia pun minta seluruh anggota Polri meniru fisik pimpinannya.

"Kalau soal perutnya sama dengan perut saya, itu soal olahraga, supaya semua jajaran polri bisa niru perutnya saudara Kapolri," kata Trimedya.

Dia mengatakan, tak hanya diri yang memuji perut Kapolri. "Tadi di ruang pimpinan, saudara Kapolri bilang waktu ketemu pak Prabowo wah perutnya letnan satu, kata pak Prabowo," sambung dia.

Trimedya kemudian mengusulkan agar ada imbauan polisi untuk tidak punya perut gendut. 

"Kapolri-nya badannya seperti ini, lihat kapolda-kapolda, kapolres yang perutnya buncit itu suruh kurusin. Jangan cuma soal kemewahan," ujar Trimedia.

Kritik Baju Kapolri

Kapolri Jenderal Idham Azis (tengah) meninggalkan Gedung KPK usai menggelar pertemuan tertutup, Jakarta, Senin (4/11/2019). Pertemuan membahas sinkronisasi antara Kepolisian dengan KPK. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Awalnya, Trimedya menyinggung gaya berpakaian Jenderal Idham. Menurut Trimedya, polisi seharusnya berpakaian rapi.

"Saya itu tak terlalu sreg pak polisi ini bajunya dikeluarin, kalau bisa seperti dulu lagi dimasukin bajunya," kata Trimedya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Politikus PDIP itu menyinggung, sejak zaman Kapolri Jenderal Tito Karnavian, seragam polisi tidak dimasukkan ke celana. Harusnya terlihat lebih rapi agar dekat dengan rakyat.

"Dari zaman mas Tito baju dikeluarin tapi kalau saya lihat polisi lebih sreg baju dimasukin lagi, lebih rapi kelihatannya, lebih dekat dengan rakyat," kata Trimedya.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka

Artikel Asli