Puan Maharani: DPR Akan Lanjutkan Pembahasan RUU Cipta Kerja dengan Cermat dan Terbuka

Kompas.com Dipublikasikan 08.10, 14/08/2020 • Tsarina Maharani
ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Ketua DPR Puan Maharani (kanan) didampingi Ketua MPR Bambang Soesatyo (kiri) pidato pengantar dalam rangka Sidang Bersama DPR-DPD di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Sidang Tahunan kali ini dihadiri oleh anggota MPR/DPR/DPD secara fisik dan virtual akibat pandemi Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR Puan Maharani menyatakan, pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja akan terus dilanjutkan di Masa Persidangan I Tahun 2020-2021.

Puan memastikan pembahasan RUU Cipta Kerja dilakukan secara hati-hati dan terbuka.

"DPR juga akan terus melanjutkan pembahasan RUU tentang Cipta Kerja, secara cermat, hati-hati, transparan, terbuka," kata Puan dalam pidato pembukaan Masa Persidangan DPR, Jumat (14/8/2020).

Politikus PDI Perjuangan itu juga mengatakan, DPR dan pemerintah berupaya agar RUU Cipta Kerja sesuai dengan kepentingan nasional di masa kini dan yang akan datang.

Baca juga: Bamsoet: Badan Pengkajian MPR Bahas Omnibus Law RUU Cipta Kerja

"Mengutamakan kesinambungan kepentingan nasional baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang sehingga UU yang dihasilkan memiliki legitimasi yang kuat untuk menjaga kepentingan NKRI," ujar Puan.

Selain itu, DPR juga akan berusaha menyelesaikan seluruh RUU yang masuk dalam Prolegnas Prioritas 2020.

Berdasarkan revisi Prolegnas Prioritas 2020, ada 37 RUU yang ada di dalam daftar.

"DPR akan menyelesaikan seluruh RUU yang ada dalam daftar Prolegnas Prioritas Tahun 2020 pada Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021, dengan tetap memperhatikan skala prioritas, sehingga kebutuhan hukum bagi NKRI dapat dipenuhi," tuturnya.

Penulis: Tsarina MaharaniEditor: Diamanty Meiliana

Artikel Asli