Proyek Kripto Karya Anak Bangsa yang Mendunia

Infia Dipublikasikan 10.14, 20/09/2019 • Soyid Prabowo
Proyek Kripto Karya Anak Bangsa yang Mendunia
Kripto adalah mata uang digital karya anak bangsa, seperti apa fakta dan latar belakang Kripto? Berikut infonya!

Pada pertengahan kuartal ke-3 tahun 2019, salah satu proyek anak bangsa bertengger di kancah internasional bursa kripto dan berhasil menduduki posisi nomor 1 dengan performa ROI nya. Hal ini merupakan prestasi yang patut dibanggakan oleh Indonesia, mengingat bahkan tahun lalu, kripto merupakan sebuah fenomena yang masih tabu dan penuh dengan skeptisme di Indonesia. 

Tahun 2018 bukan merupakan tahun yang positif untuk dunia kripto atau mata uang digital atau aset kripto di Indonesia. Seperti yang dikutip di oleh Coinone, pada tahun 2018 setidaknya ada 264 proyek blockchain Indonesia yang melakukan ICO (initial coin offering) dan gagal untuk bertahan. 

Beberapa penyebab kegagalan tersebut diantaranya: 

1. Banyak proyek tersebut yang tidak memiliki izin yang jelas, 

2. Banyak dari proyek tersebut yang menjanjikan keuntungan balik yang tinggi dari investasi yang mereka tanam. Hal ini tidaklah bagus karena harga-harga koin kripto sangatlah bergantung dengan performa Bitcoin yang pada tahun 2017 mengalami kenaikan yang menjanjikan, namun pada tahun 2018 mengalami penurunan yang signifikan. 

 

Berdasarkan pada rantai kejadian ini, investasi mata uang kripto, menjadi bahan perbincangan skeptis oleh masyarakat Indonesia. Disisi lain, banyak dari proyek-proyek kripto tersebut yang tidak berkelanjutan. Hal ini sangat disayangkan mengingat bahwa kehadiran teknologi blockchain dan mata uang kripto merupakan perkembangan teknologi yang tidak dapat dihindari, dan mengingat bahwa negara-negara lain sudah lebih jauh menerapkan teknologi ini di dalam kehidupan sehari-hari. 

Menanggapi kemunculan fenomena mata uang digital kripto, Pemerintah Indonesia akhirnya mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2018 tentang “Kebijakan Umum Penyelenggaraan Berjangka Aset Kripto”. Peraturan ini mengatur bahwa aset kripto ditetapkan sebagai komoditi yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka. Hal ini merupakan kemajuan tertentu, mengingat bahwa sebelumnya Pemerintah Indonesia tidak memiliki peraturan khusus yang mengatur aset kripto.

Proyek Kripto Karya Anak Bangsa yang Mendunia

Source: Hackernoon
Proyek Kripto. 

Koin Kripto Lokal Masuk Salah Satu Bursa Kripto Terbesar di Dunia 

Bulan Agustus menjadi salah satu momentum bersejarah untuk dunia kripto Indonesia. Menjawab skeptisme terhadap proyek kripto Indonesia di tahun lalu, 1 minggu yang lalu, lebih tepatnya pada tanggal 23 Agustus 2019, salah satu karya anak bangsa justru bertengger di salah satu bursa kripto terbesar di dunia. Proyek kripto bernama Tokoin ini berhasil bertengger di bursa efek KuCoin yang memiliki total volume transaksi harian sebesar 360.772.629 Dolar Amerika.Untuk sebuah proyek kripto dapat diterima di bursa kripto dunia, tidaklah mudah. Proyek tersebut harus melalui serangkaian seleksi dari bursa kripto yang perlu memastikan bahwa proyek tersebut benar adanya dan memiliki potensi berkelanjutan yang jelas 

Tidak hanya berhasil masuk ke bursa kripto dunia, proyek kripto ini juga berhasil bertengger di posisi nomor 1 dengan tingkat ROI terbaik di dunia berdasarkan peringkat dari Crypto Rank, selama beberapa hari, dan bertahan di posisi 3 tertinggi selama 1 minggu setelah koin nya diperjualbelikan di KuCoin. Token TOKO yang merupakan nama mata uang digital dari proyek ini juga berhasil bertengger di posisi 10 tertinggi sebagai Top Gainer dari bursa kripto KuCoin itu sendiri selama 2 minggu, dan juga berhasil bertahan di posisi 3 tertinggi di pasar Korea, berdasarkan peringkat yang diberikan oleh Cobak Korea.

Proyek ini juga diposisikan nomor 1 berdasarkan performa ROI, dari Token Metrics. Dengan prestasi ini, Tokoin menjadi proyek Indonesia pertama dan satu-satunya hingga saat ini, yang koin nya berhasil diperjualbelikan di KuCoin. Prestasi ini juga menjadi momentum besar untuk sektor kripto Indonesia, dimana akhirnya sektor kripto Indonesia dapat mengalami kemajuan dan dapat menjadi proyek yang dipandang di kancah internasional. 

 

Apa itu Tokoin

Dibandingkan dengan ratusan proyek blockchain dari indonesia yang gugur pada tahun 2018, muncul pertanyaan apa itu Tokoin dan bagaimana Tokoin dapat meraih kepercayaan komunitas kripto dunia? Tokoin merupakan sebuah proyek yang akan menghadirkan produk berupa aplikasi untuk para UMKM menciptakan profil bisnis digital. Profil bisnis digital ini dapat dipergunakan oleh UMKM untuk terhubung dengan institusi perbankan, finansial, supplier, atau institusi lain yang diperlukan. 

Proyek Kripto Karya Anak Bangsa yang Mendunia

Source:
Tokoin memudahkan UMKM.

Penciptaan aplikasi ini tidaklah mudah. Diperlukan berbagai kerjasama dengan berbagai macam institusi, dan diperlukan dukungan yang kuat tidak hanya dari para pelaku bisnis tetapi juga dari lembaga pemerintah. Tokoin menjadi pionir proyek blockchain Indonesia yang mengantongi dukungan sekaligus dari Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan. Proyek ini juga sudah menandatangani kerjasama dengan KADIN Indonesia, dan menjadi salah satu bagian dari berdirinya BCEE (Blockchain Center of Excellence & Education). 

Harapan ke Depan

Sebagai sebuah gebrakan baru dari segi perkembangan teknologi industri 4.0 di Indonesia, muncul pertanyaan “lalu, apa harapan dan rencana kedepannya?” 

Dilihat dari dua sisi, proyek ini memiliki potensi dan rintangan yang besar kedepannya. Potensi yang besar dapat dilihat dari betapa masif nya sektor UMKM di Indonesia, yang merupakan target pasar dari proyek ini. Berdasarkan data terakhir tahun 2017 dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, jumlah UMKM Mencapai 62 juta unit.UMKM Indonesia bahkan menyerap sekitar 97% dari total ketenagakerjaan Indonesia. Angka ini menunjukkan pangsa pasar yang sangat luas untuk proyek Tokoin ini. Jika Tokoin berhasil berkontribusi dalam mendigitalisasikan UMKM di Indonesia, tentunya hal ini akan membawa perubahan yang sangat signifikan untuk perekonomian di Indonesia. 

Di sisi lain, untuk menerapkan inovasi teknologi kepada para pelaku UMKM juga bukanlah hal yang mudah. Rintangan yang paling signifikan adalah tingkat literasi digital dari para pelaku UMKM yang sangat rendah. Dari banyaknya pelaku UMKM di Indonesia, hanya sekitar 10% yang sudah dapat dikatakan go digital atau go online. Diperlukan kerja keras yang serius dari berbagai institusi baik institusi pemerintah maupun swasta, untuk berupaya mengedukasi UMKM supaya memiliki peningkatan literasi digital. Dengan angka UMKM Indonesia yang masif, tentunya perubahan ini diharapkan dapat merubah perekonomian Indonesia secara makro, kedepannya.

Artikel Asli