Protes, Warga Ramai-ramai Buang Sampah di Jalan

Kompas.com Dipublikasikan 09.17, 17/10/2019 • Kontributor Ungaran, Dian Ade Permana
KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANA
Warga Dusun Ngablak, Kelurahan Pulutan, Kecamatan Sidorejo, ramai-ramai membuang sampah di jembatan dan jalanan.

SALATIGA, KOMPAS.com - Warga Dusun Ngablak, Kelurahan Pulutan, Kecamatan Sidorejo, ramai-ramai membuang sampah di jembatan dan jalanan.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes warga karena wilayah mereka menjadi tempat pembuangan sampah warga dari daerah lain. 

Warga setempat, Arifin mengtakan, warga sangat jengkel dengan perilaku membuang sampah sembarangan oleh pihak luar.

"Pembuang sampah itu bukan dari warga sini, tapi warga dari daerah lain," ujar dia, Kamis (17/10/2019).

Baca juga: Bagaimana Kali Cikeas Bisa Dipenuhi Sampah Bambu?

 

Padahal, warga Dusun Ngablak membuang sampah di tempat yang sudah ditentukan dan selanjutnya dibawa oleh petugas ke tempat pembuangan sementara (TPS).

Mereka setiap bulan membayar iuran Rp 20.000.
Lokasi yang dijadikan tempat pembuangan sampah secara sembarangan itu memang strategis, yaitu berada di dekat sungai dan lahan kosong.

Sehingga saat sampah dibuang, jarang diketahui warga sekitar.
"Kita sudah berulang kali memperingatkan, bahkan sudah ada tanda larangan membuang sampah secara sembarangan. Namun, tanda itu malah dicabut dan dibuang," ujar Arifin.

Sampah yang dibuang merupakan sampah rumah tangga dan dimasukkan dalam tas kresek.
Warga pernah mengusulkan dibuat bak penampungan sampah sementara.

Namun hingga saat ini belum direspons pemerintah.

"Perilaku buang sampah sembarangan itu sudah berlangsung lama. Kita sudah berulang kerja bakti. Setelah bersih dikotori lagi oleh orang luar daerah. Makanya pemuda jengkel karena sangat bau," ujar dia.
Warga lainnya, Siti mengatakan, bau dari sampah yang dibuang sangat mendesak.

*Baca juga: Butuh 230 Truk untuk Angkut Sampah Bambu di Kali Cikeas *

"Baunya sangat menyengat. Lingkungan juga jadi kotor," ujar dia.

Kondisi tersebut diperparah dengan adanya lalat-lalat yang beterbangan.

Penulis: Kontributor Ungaran, Dian Ade PermanaEditor: David Oliver Purba

Artikel Asli