Proses Persalinan Bayi Kembar yang Harus Mama Ketahui

Popmama.com Dipublikasikan 03.10, 19/09/2019 • Bagas Dharma Setyanto

Mempunyai bayi kembar mungkin menjadi impian bagi beberapa perempuan. Sebab, tingkah laku bayi kembar memang memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri. Namun, kebanyakan perempuan juga pasti akan merasa lebih gugup saat mengandung bayi kembar.

Pasalnya, mereka nantinya akan melahirkan dua bayi sekaligus dalam satu waktu.

Nah, jika Mama ingin hamil bayi kembar, maka Mama juga harus mengetahui bagaimana proses persalinan bayi kembar.

Lebih jelasnya simak ulasannya di bawah ini.

Kelahiran Prematur Bayi Kembar

babycenter.com

Pada kasus kehamilan bayi kembar, para ahli menjelaskan bahwa setengahnya lahir secara prematur. Ada beberapa faktor  yang sebenarnya Mama harus tau mengapa bayi kembar jauh lebih sering lahir prematur.

Pada umumnya, persalinan prematur pada bayi kembar disebabkan oleh air ketuban yang tiba-tiba pecah, rahim yang mulai berkontraksi dan leher rahim yang telah membuka sebelum prediksi waktu persalinan.

Tingkat risiko persalinan memang bisa lebih cepat dalam kondisi hamil bayi kembar.

Selain tiga hal tersebut, adanya komplikasi seperti hipertensi gestasional, abruption placenta atau plasenta previa juga bisa menjadi faktor bayi kembar diharuskan lahir prematur.

Hal terakhir yang juga memengaruhi waktu persalinan bayi kembar adalah kondisi Intrauterine Growth Restriction.

Kondisi ini merupakan hal yang paling sering ditakuti para calon mama, yaitu adanya salah satu bayi yang tidak mengalami perkembangan normal dalam kandungan.

Baca juga:

  • 6 Larangan untuk Ibu Hamil dengan Plasenta Previa
  • Tanpa Gejala, Kenali Komplikasi Bahaya Kehamilan Bernama Vasa Previa
  • Perdarahan di Kehamilan Trimester Kedua? Hati-hati Plasenta Previa

Perbedaan Proses Persalinan Bayi Kembar dengan Persalinan Biasa

telegraph.co.uk

Jika Mama telah mengetahui bahwa bayi yang dikandung kembar, ada baiknya segera konsultasikan rencana persalinan dengan dokter secepatnya.

Hamil bayi kembar biasanya semakin berisiko mengalami komplikasi dibandingkan proses persalinan biasa.

Oleh karena itu, sebaiknya pilihlah rumah sakit atau klinik yang memiliki fasilitas yang lengkap dan memadai.

Dalam kasus hamil bayi kembar, dokter atau bidan biasanya telah bisa memprediksi tanggal persalinan Mama di trimester ketiga. Di tanggal tersebut, nantinya persalinan akan diinduksi oleh dokter bersama tim medis.

Oleh karena lebih kompleks dibandingkan proses persalinan biasa, proses persalinan bayi kembar biasanya akan didampingi lebih banyak tenaga medis.

Semakin banyak jumlah bayi kembar yang akan dilahirkan, maka akan semakin banyak pula tenaga medis yang terlibat.

Bagaimana Proses Melahirkan Bayi Kembar?

youtube.com/streamingwell

Mama mungkin penasaran dengan bagaimana sebenarnya proses yang akan dihadapi saat melahirkan bayi kembar. Pada umumnya, semua proses persalinan hampir sama, termasuk dalam kasus bayi kembar.

Pertama, alat monitor akan terpasang pada perut untuk melihat kondisi bayi.

Saat ketuban telah pecah, fetal scalp clip akan dipasang di bagian kepala bayi. Alat ini digunakan untuk memantau aktivitas bayi, dan tentunya aman bagi Mama dan bayi. Jika sudah berkontraksi, Mama akan dibantu dokter dan tim medis untuk melahirkan bayi satu per satu. Beberapa metode persalinan mungkin akan memberikan infus untuk merangsang kontraksi.

Dalam persalinan bayi kembar, tidak selamanya Mama harus melahirkan bayi secara caesar. Beberapa bayi kembar dapat terlahir dengan proses persalinan normal apabila kondisi kandungan sehat, bayi tidak kembar identik, tidak terjadi kompilasi, dan bayi dalam kandungan sehat dan berkembang normal.

Untuk persalinan normal, biasanya dokter akan member bius epidural sebelum proses berlangsung. Lalu, dokter dan tim medis akan membimbing Mama mengejan dalam proses melahirkan.

Sedangkan, dalam persalinan caesar, Mama akan diberikan bius yang member efek mati rasa pada bagian pinggul hingga bawah.

Jadi, Mama masih tetap terjaga saat dokter melakukan persalinan dan pembedahan. Nantinya, bayi akan diambil satu demi satu sesuai dengan posisi plasenta bayi saat dalam kandungan.

Artikel Asli