Profil Wishnutama, Bos TV yang Jadi Calon Menteri Jokowi

Tempo.co Dipublikasikan 10.06, 21/10/2019 • Dewi Rina Cahyani
Wishnutama tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 21 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.
Wishnutama dikenal bertangan dingin dalam membidani acara-acara di televisi.

TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris Utama NET TV Wishnutama datang ke Istana Negara sekitar pukul 11.10 WIB. Ia mengaku dihubungi oleh protokoler Istana untuk datang dan bertemu Presiden Jokowi. "Semalam saya dihubungi oleh protokol istana untuk datang bertemu hari ini," kata dia di Istana Negara, Jakarta, 21 Oktober 2019.

Pemilik nama lengkap Wishnutama Kusubandio tampaknya mengejutkan khalayak publik karena dirinya akan segera diangkat sebegai pembantu Jokowi. Sebelumnya ia tidak pernah berkecimpung pada dunia politik ataupun pemerintahan.

Ketika dia hadir ke Istana Negara, Wishnutama mengenakan kemeja putih, dan telah memastikan menerima tawaran kursi menteri. “Walaupun saya tidak bercita-cita jadi menteri, tapi demi kebaikan bangsa saya bersedia," tambahnya.

Pengusaha kelahiran 4 Mei 1976 di Kota Jayapura, Papua ini menghabiskan masa Sekolah Menengah Atas di Kooralbyn International School di Queensland Australia dan di International School of Singapore.

Wishnutama kemudian menyelesaikan masa perkuliahannya di Liberal Arts di Mount Ida College Boston, Amerika Serikat. Namun di Amerika, ia lebih banyak mendapatkan ilmu komunikasi dan pertelevisian pada saat berkuliah di Emerson College, Boston.

Wishnutama memulai kariernya pada dunia broadcasting dari titik bawah sebagai Production Assistant di New England Cable News Amerika Serikat dan menjadi Assistant Director On Air Promotion di WHDH-TV, Boston.

Pada 1994, Wishnutama pulang ke Indonesia dan bekerja di Televisi Nasional Indosiar sebagai Supervisor On Air Promotion. Setahun kemudian pindah ke divisi produksi sebagai Production Assistant.

Karier Wishnutama berkembang menjadi Executive Producer News and Production Division, dan tak berapa lama kemudian meningkat menjadi Production Manager. Adapun program-program yang telah dilahirkan oleh pria berusia 49 tahun saat di Indosiar adalah Pesta, Gebyar BCA, Patroli, Satu Jam Bersama dan Saksi.

Pada 2001, Wihsnutama hijrah ke televisi nasional lainnya yaitu Trans TV sebagai Kepala Divisi Produksi. Selama dua tahun berkiprah pada media Trans Corp kariernya menanjak menjadi Direktur Operasional, dan setahun berikutnya menjadi Wakil Direktur Utama atau Managing Director.

Saat pengambilan saham mayoritas TV7 oleh kelompok usaha Para Group pada tahun 2006, ia ditunjuk menjadi Direktur Utama TV7 yang kemudian berubah nama menjadi Trans7. Dua tahun kemudian, Wishnutama ditunjuk menjadi Direktur Utama Trans TV.

Selanjutnya Wishnutama, menjajal peruntungan dengan mendirikan sebuah rumah produksi atau production house. Dari sinilah, kemudian ia mendapatkan kesempatan untuk membangun stasiun televisi News and Entertainment Television atau NET TV yang merupakan bagian kelompok usaha Indika Group.

NET TV mengakuisisi stasiun tv anak, Spacetoon pada 18 Mei 2013. Walaupun sempat diwarnai kontroversi, akhirnya NET TV mengudara dengan menggunakan saluran Spacetoon, dan berkembang menjadi televisi yang memberi warna baru pada dunia pertelevisian Indonesia.

Pada 2018, Wishnutama menjadi sebagai salah satu kreator yang berhasil menyukseskan upacara pembukaan dan penutupan ajang olahraga terbesar di Asia yakni Asian Games.

Namun Agustus 2019 NET TV diterpa isu gelombang pemutusan hubungan kerja para pekerjanya yang beredar di banyak media sosial. Wishnutama saat itu mengkonfirmasi bahwa korporasi yang dipimpinnya tetap berjalan dengan normal. "Tidak ada PHK seperti yang diberitakan," kata Wishnutama saat dihubungi Tempo, 9 Agustus 2019.

EKO WAHYUDI | ANTARA

Artikel Asli