Profil Wagub DKI Jakarta Terpilih Ahmad Riza Patria

Trending Now! Dipublikasikan 06.50, 06/04
Photo by Twitter @arizapatria_
Photo by Twitter @arizapatria_

Ahmad Riza Patria merupakan politikus Partai Gerindra, pria kelahiran 17 Desember 1969 ini pernah menempuh Pendidikan di Teknik Sipil ISTN Jakarta pada 1997 dan Master in Bussines Administration ITB Bandung di tahun 2008. 

Ahmad Riza mengawali karir politiknya dengan tergabung dalam tim pemenangan pemilu legislative Partai Gerindra tahun 2009, nama Ahmad Riza terus naik di kancah perpolitikan. Saat ini ia menjadi Ketua DPP Partai Gerindra. Berita selengkapnya dapat dibaca DI SINI

Nama Ahmad Riza semakin menarik perhatian khususnya di bidang politik. Pada 2004 ia terpilih untuk duduk di kursi parlemen, dan periode berikutnya 2019-2024 Ahmad Riza Kembali masuk menjadi anggota terpilih DPR RI.

Ahmad Riza menjadi sorotan terutama warga di Ibu Kota. Sebab, Partai Gerindra mengusulkan Ketua DPP itu dpilih menjadi calon wakil gubernur DKI Jakarta dan berhadapan dengan calon dari partai PKS yakni Nurmansjah Lubis. Gerindra menilai Ahmad Riza memiliki rekam jejak yang mumpuni terutama pada wilayah parlemen nasional.

Karena namanya sempat terpilih kembali masuk ke parlemen, Ahmad Riza menyatakan siap untuk mundur sebagai anggota DPR karena sesuai dengan aturan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tidak mengizinkan Cawagub memiliki jabatan lebih. 

Ahmad Riza Patria akan bertarung menghadapi Nurmansjah Lubis untuk memperebutkan posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta menggantikan Sandiaga Uno.

Selain beraktivitas di dunia berpolitik, Ahmad Riza Patria juga aktif dalam media sosial yakni Instagram ariza.patria dan @arizapatria_ 

Selain rekam jejak positifnya di dunia politik, Ahmad Riza juga pernah tersandung kasus korupsi namun kemudian divonis bebas.

Pada 2005 Ahmad Riza menjabat sebagai Kepala Divisi II KPUD DKI Jakarta, ia didakwa melakukan tindak korupsi pada pengadaan barang dan jasa pemilu 2004. Riza didakwa bersama Ketua KPUD DKI Jakarta kala itu, M Taufik, serta Bendahara KPUD DKI Jakarta R Neneng Euis Susi Palupi. Kasus tersebut disebut merugikan negara sebanyak Rp29,8 miliar. 

Ahmad Riza sempat ditahan di Rutan Salemba Jakarta Juni 2005. Ia menyatakan dirinya sebagai korban dari situasi politik karena Ahmad Riza merasa janggal terhadap audit dari BPK terhadap KPUD DKI. 

Terhadap tuntutan 1 tahun 6 bulan penjara dari jaksa, Ahmad divonis bebas oleh majelis hakim. Ketua Majelis Hakim Lief Sufijullah mengatakan ia tidak bersalah sebab Ahmad Riza hanya melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan pengguna barang.

Berita selengkapnya dapat dibaca DI SINI

Catatan: artikel ini pertama kali diterbitkan pada 27 Maret 2020. DIterbitkan ulang pada 6 April 2020 setelah Ahmad Riza Patria terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta.