Pria di Lebanon Bangun Rumah Tertipis untuk Balas Dendam ke Saudaranya

kumparan Dipublikasikan 02.02, 14/10/2019 • Berita Heboh
Al Ba'sa, rumah tertipis di Lebanon (Foto: Sandra Rishani)

Kamu mungkin tak asing lagi melihat rumah 'kurus' di berbagai negara. Rumah kurus yang lebih mementingkan tinggi daripada lebar saat ini memang sudah tersebar di mana-mana seiring kian mahalnya harga tanah.

Tapi, tahukah kamu kalau dahulu, di tahun 1950-an, sudah ada rumah kurus yang nyaris terlihat seperti dinding tinggi di Beirut, Lebanon. Bedanya, rumah dinding itu bukan dibangun lantaran harga properti yang kian mahal, melainkan sebagai alat balas dendam yang dilakukan seseorang kepada saudaranya.

Bangunan itu bernama Al Ba'sa dalam bahasa arab. Rumah itu berukuran sekitar 60 cm (2 kaki) pada titik tersempitnya, dan berukuran 4 meter (13 kaki) untuk titik terlebarnya.

Al Ba'sa, rumah tertipis di Lebanon (Foto: Sandra Rishani)

Menurut cerita warga setempat yang dikutip dari laman Bored Panda, awalnya bangunan tersebut hadir akibat perselisihan antara dua saudara.

Jadi, ada dua orang saudara kandung yang mewarisi tanah dari ayah mereka. Tapi, mereka tak kunjung bersepakat akan membangun apa di atas tanah tersebut hingga menimbulkan perselisihan. Adu argumen kian alot kala sebagian tanah mereka diambil untuk pembangunan infrastruktur kota sampai tersisa sebidang tanah yang berbentuk aneh dan dekat sekali dengan jalanan.

Al Ba'sa, rumah tertipis di Lebanon (Foto: Sandra Rishani)

Akhirnya salah satu dari mereka mengambil keputusan nekat, yakni membangun bangunan berstruktur sempit, namun dapat dihuni. Ide tersebut mungkin terdengar brilian karena bisa memanfaatkan ruang, tapi, sesungguhnya itu merupakan ide licik.

Usut punya usut, ide bangunan tersebut sebenarnya sengaja dipikirkan baik-baik oleh orang yang mengambil keputusan itu. Ia sengaja membangun rumah tipis itu agar bisa menghalangi pemandangan indah rumah saudaranya, yang terletak persis di belakang bangunan rumah tipis.

Pemandangan laut dari Al Ba'sa, rumah tertipis di Lebanon (Foto: Sandra Rishani)

Setelah rumah tipis itu dibangun, hilanglah pemandangan berharga jutaan dolar yang menampilkan indahnya laut dari rumah saudara kandungnya. Dampaknya, harga rumah saudara kandungnya itu menurun drastis sebab memiliki pemandangan tak sedap—yaitu rumah tipis itu.

Karena kasus tersebut, rumah tipis itu akhirnya dikenang sebagai perwujudan dendam antara dua saudara kandung. Lambat laun, rumah yang awalnya memiliki dua apartemen di tiap lantai itu beralih fungsi menjadi rumah bordil sampai tempat perlindungan bagi keluarga yang melarikan diri dari perang.

Bagian dalam Al Ba'sa, rumah tertipis di Lebanon, saat ini (Foto: Sandra Rishani)

Sampai kini, rumah tersebut masih berdiri dan berpenghuni, dan tampaknya masih akan tetap berdiri kokoh sampai waktu yang lama karena menurut undang-undang setempat, bangunan itu berdiri di tanah yang terlalu kecil untuk dibangun sehingga lebih masuk akal kalau dibiarkan begitu saja.

(NS)

Artikel Asli