Pria Pemenggal Kepala Bocah SD Diduga Miliki Kelainan Seksual

Kompas.com Dipublikasikan 07.41, 11/12/2019 • Pythag Kurniati
KOMPAS.com/KURNIA TARIGAN
Polisi Ringkus Pelaku Pemenggal Kepala Siswa Sekolah Dasar

KOMPAS.com- Ahmad (37), tersangka pemenggal kepala bocah SD di Katingan, Kalimantan Tengah, diduga kuat memiliki kelainan seksual.

Tak hanya membunuh korbannya, H (12), tersangka juga melakukan tindakan asusila.

Dokter forensik RSUD dr Doris Sylvanus Palangkaraya Ricka mengatakan, dugaan itu didasarkan pada hasil otopsi jasad korban.

Ricka menyebut bagian dubur anak berjenis kelamin laki-laki tersebut mengalami luka robekan.

"Kuat dugaan anak di bawah umur ini adalah korban asusila," katanya, dilansir dari Antara.

Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Anyah membenarkan hal tersebut. Pelaku mengaku memiliki keinginan melakukan tindakan asusila terhadap korban saat kejadian

Baca juga: Dua Kasus Bocah Ditemukan Tanpa Kepala, Korban Sodomi di Katingan dan Balita Samarinda yang Hilang

“Saat korban tidak berdaya, pelaku melancarkan semua aksi seksualnya, setelah puas dengan aksi bejatnya, pelaku kembali ke rumahnya untuk mengambil sebilah parang. Ia langsung membacok kepala bagian belakang korban,” katanya.

Dalam pengembangannya, polisi menemukan fakta baru. Ada anak warga lain yang mengaku bahwa tersangka juga pernah melakukan tindakan asusila padanya.

“Ada anak yang mengaku pernah digitukan sama pelaku, namun pelaku hingga kini tidak mengakui," tambah Andri

Polisi masih terus melakukan pemeriksaan lanjutan. Termasuk mencari kemungkinan adanya korban lain.

*Baca juga: Ini Alasan Ahmad Penggal Kepala Siswa SD dan Buang Jenazahnya di Tempat Terpisah *

Seorang bocah SD, H (12) ditemukan tewas tanpa kepala di bekas galian tambang ilegal di Katingan, Kalimantan Tengah, Selasa (3/12/2019).

Polisi menemukan kepala korban di samping sarang walet milik warga.

Peristiwa pembunuhan berawal saat pelaku dan korban bertemu. Saat itu, korban meminta rokok kepada pelaku.

Pelaku mengaku keinginan untuk berbuat asusila terhadap korban muncul. Ia pun mencekik bocah itu dari belakang hingga korban tak berdaya.

Ia kemudian pulang mengambil parang dan memenggal kepala korban untuk menghilangkan jejak. Saat diringkus pada Selasa (10/12/2019), pelaku mengakui semua perbuatannya.

Sumber: KOMPAS.com (Penulis: Kontributor Palangkaraya, Kurnia Tarigan | Editor Robertus Belarminus, Khairina)/Antaranews.com

Penulis: Pythag KurniatiEditor: Pythag Kurniati

Artikel Asli