Pria Muslim di Malang Ini Bernama "Slamet Hari Natal"

Keepo.me Diupdate 22.11, 13/12/2019 • Dipublikasikan 22.11, 13/12/2019 • Dea Dezellynda

Tak mempermasalahkan namanya meski seorang Muslim

Seorang pria asal Kabupaten Malang, Jawa Timur memiliki nama yang unik. Pria berusia 57 tahun itu memiliki nama Slamet Hari Natal. Pria Muslim tersebut memang lahir pada tanggal 25 Desember tepat di hari raya umat Nasrani.

Tak hanya memiliki nama unik, penampilan Slamet dengan rambut gondrongnya itu dinilai mirip dengan Yesus. Ia pun mengaku jika rekan-rekannya sering memanggil dirinya dengan nama Slamet Yesus.

1.Dipanggil Slamet Yesus

regional.kompas.com
regional.kompas.com

Dilansir dari Kumparan.com, Jumat (13/12/19), nama pria asal Dusun Wates, Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang ini terbilang cukup unik. Meski seorang Muslim, pria berusia 57 tahun tersebut memiliki nama yang berarti ucapan hari raya untuk umat beragama Nasrani, yakni Slamet Hari Natal.

Slamet Hari Natal dalam Bahasa Indonesia berarti “Selamat Hari Natal”. Meski dirinya seorang Muslim, ia mengaku tak mempermasalahkan namanya. Slamet bahkan tak masalah saat dijuluki dengan nama Slamet Yesus karena perawakan dan rambutnya yang gondrong.

Baca juga: Punya Nama "Slamet Hari Natal", Pria Muslim Ini Mengaku Penuh Perjuangan Urus Administrasi

“Benar, warga memanggil saya Yesus, mungkin karena perawakan dan rambut saya yang mirip,” ujar Slamet, Kamis (12/12/19).

Tetangga Slamet yang mayoritas seorang Muslim juga merasa tak keberatan memanggil Slamet dengan nama Yesus.

2.Diberi nama oleh bidan Nasrani

kumparan.com
kumparan.com

Slamet memang lahir bertepatan dengan hari Natal, 25 Desember 1962. Ide pemberian nama unik tersebut bukanlah pemberian sang ibu. Saat lahir, ibu Slamet mengatakan jika saat itu kelahiran Slamet dibantu oleh seorang bidan yang beragama Kristen.

“Yang membantu saat saya lahir itu orang Kristen Jawi Wetan, namanya ibu Welasasih,” kata Slamet.

Sang bidan memberikan nama “Slamet Hari Natal” agar namanya bisa diingat dengan mudah. Lantas sang ibu menuruti saran dari bidan tersebut.

Baca juga: Meski Hanya Pakai Sepatu dari Perban, Atlet Cilik Ini Berhasil Sabet 3 Medali Emas

“Lantas ibu saya ya mengikuti saja saran bidan tersebut,” imbuhnya.

Memiliki nama yang lekat dengan Hari Raya umat Nasrani tak membuat Slamet yang beragama Muslim merasa terbebani. Ia bahkan tetap menjalankan ibadah layaknya umat Muslim, bahkan Slamet sering mengikuti kegiatan di musala.

“Saya kadang juga azan di mushala juga. Tidak ada masalah,” pungkas Slamet.

3.Sosok yang dermawan

kumparan.com
kumparan.com

Di mata para tetangga, Slamet merupakan sosok yang dermawan dan senang membantu. Sehari-harinya, Slamet dengan sukarela mengangkut sampah para warga dengan mobil pikap tua miliknya. Slamet mengaku ikhlas melakukan pekerjaannya meski sering tak mendapat upah.

“Ya saya angkut sampah sukarela, daripada dibuang di sungai. Yang penting dapat barokahnya saja,” pungkas Slamet.

Baca juga: Takut Waktunya Terbuang Percuma, Bocah ini Pilih Bersihkan Musholla

Berkat keikhlasan Slamet menjalani pekerjaannya, Slamet berhasil mengantarkan anak bungsunya menjadi seorang tentara. Selama ini Slamet hidup pas-pasan, namun ia tetap pantang menyerah untuk menyekolahkan anak-anaknya.

Saat ini, anak Slamet bernama Sertu Teddy sedang menjalani pendidikan Sarjana di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Tak jauh berbeda dengan sang ayah, Teddy juga dikenal memiliki sifat dermawan. Bahkan ia mau membantu sang ayah mengangkut sampah setiap kali kembali ke rumah meski telah menjadi seorang tentara.

Memiliki nama yang unik terkadang menyulitkan Slamet saat mengurus administrasi atau hal-hal yang membutuhkan KTP. Ia harus bolak-balik karena kebanyakan petugas tak percaya dengan nama yang dimiliki Slamet. Meski demikian, Slamet selalu mensyukuri namanya itu.

Artikel Asli