Pria Ini Perkosa Anak Tirinya Sampai Hamil, Bayinya Meninggal Setelah Dilahirkan

Kompas.com Dipublikasikan 03.49, 08/08 • Kontributor Kompas TV Cirebon, Muhamad Syahri Romdhon
MUHAMAD SYAHRI ROMDHON
Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi bersama Wakapolresta ABKP Arif Budiman, dan Kasat Reskrim Kompol Rina Perwitasari, menunjukan sejumlah barang bukti tindakan pemerkosaan yang dilakukan ayah tiri kepada putrinya sendiri di Mako Polresta, Kamis (7/8/2020)

CIREBON, KOMPAS.com – K (56), tega memerkosa putri tirinya berinisial CSD (16), sebanyak lima kali dalam kurun waktu 2019-2020.

CSD hamil akibat perbuatan bejat ayah tirinya itu.

Baca juga: Jual Mi Ayam Rp 5.000 Per Porsi Saat Pandemi, Warung Pedagang Ini Ramai Pembeli

Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahdudi mengatakan, korban pemerkosaan itu telah melahirkan.

“Korban sempat hamil dan melahirkan, namun anaknya meninggal dunia,” kata Syahduddi saat rilis di Polresta Cirebon, Jumat (7/8/2020).

Syahduddi menyebutkan, pelaku dan korban tinggal satu rumah. Pelaku sering mengancam korban agar tutup mulut.

Pelaku memerkosa korban dalam rentang waktu satu tahun terakhir. Aksi itu dilakukan saat istri pelaku tak berada di rumah.

Baca juga: Perjalanan Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik, Ditangkap Tanpa Perlawanan di Kampung Halaman

Syahduddi menambahkan, pelaku juga pernah memerkosa korban saat istrinya sedang tidur di kamar.

Korban menceritakan tindakan bejat itu kepada keluarganya. Setelah mengetahui hal itu, keluarga melaporkan kasus tersebut kepada polisi.

 

Istri pelaku dan keluarga korban merasa terpukul akibat tindakan itu. Sementara, CSD mengalami trauma setelah mendapatkan perlakuan bejat dari ayah tirinya.

Polisi bergerak cepat dan menangkap pelaku di rumahnya di salah satu kecamatan yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah.

Baca juga: Mendagri Tito: Petahana yang Tak Serius Tangani Covid-19 Tidak Usah Dipilih

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 sebagai Pengganti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Pelaku diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Penulis: Kontributor Kompas TV Cirebon, Muhamad Syahri RomdhonEditor: Dheri Agriesta

Artikel Asli