Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Kompas.com Dipublikasikan 22.15, 12/11/2019 • Ardi Priyatno Utomo
Screengrab from YouTube
Steve Foster, seorang pria California, AS, ditangkap dan diborgol setelah makan sandwich ketika tengah menunggu kereta.

WALNUT CREEK, KOMPAS.com - Sebuah rekaman di California, AS, menjadi kontroversi setelah memperlihatkan seorang pria ditangkap dan diborgol karena makan sandwich saat menunggu kereta.

Peristiwa itu diberitakan terjadi pukul 08.00 Senin pekan lalu (4/11/2019), di mana si polisi sempat mengancam bakal memenjarakannya.

Pria yang diidentifikasi bernama Steve Foster itu awalnya sedang menunggu kereta di Stasiun Pleasant Hill, Walnut Creek, sambik makan sandwich.

Baca juga: Gara-gara Sandwich Popeyes Habis, Pelanggan Marah Acungkan Pistol

Diberitakan Daily Mirror Senin (11/11/2019), saat sedang menunggu itulah dia didatangi seorang polisi yang hendak menangkapnya.

Foster yang berasal dari Concord jelas tak terima. "Anda datang ke sini dan hendak menangkapku. Mengapa saya dari sekian banyak penumpang ini?" tanyanya.

"Anda makan. Itu melanggar hukum. Itu jelas melanggar hukum California. Saya berhak menangkapmu," ujar si polisi menunjuk sandwich Foster.

Di tengah perdebatan keduanya, Foster meminta dirinya dilepaskan. Tetapi si penegak hukum nampaknya meminta bantuan kepada rekannya.

Si aparat kenudian meminta pria 31 tahun menunjukkan kartu identitasnya, dan mengancam bakal menjebloskannya ke penjara jika melawan.

"Saya bakal masuk ke penjara gara-gara roti sialan ini," kata Foster. "Tidak. Anda masuk penjara karena melawan perintah," jawab si polisi.

Foster lalu mengklaim bahwa dia merasa dipermalukan. Sebab, dia melihat setiap hari penumpang lain makan atau pun menyesap kopi.

Ketiga rekan polisi itu kemudian ditanglap. Foster kemudian ditangkap dengan tangannya diborgol seraya berteriak menunjuk rotinya.

Foster pun digelandang ke luar stasiun dan didudukkan di kursi. Kemudian datang polisi lain yang memberitahunya dia mirip dengan orang yang membuat kerusuhan.

Rebecca Saltzman, Wakil Presiden Dewan BART selaku operator kereta menyatakan, pihaknya tengah menyelidiki insiden tersebut.

Baca juga: Akibat Mencuri Sandwich, Anggota Parlemen Slovenia Mengundurkan Diri

Foster yang didenda 250 dollar AS, sekitar 3,5 juta, dan 48 jam kerja sosial, mengaku bakal menuntut supaya tiketnya dikembalikan.

"Saya sangat kecewa, sangat marah, sedikit frustrasi, dan tentu saja, kembali sangat marah atas apa yang saya alami," ujarnya.

Insiden tersebut memunculkan aksi protes dengan cara duduk menikmati makan siang di stasiun BART yang terlarang bagi makanan.

BART kemudian merilis pernyataan bahwa Foster segera dilepaskan begitu memberikan nama identitas seperti nama lengkapnya.

"Dia memang diborgol karena menolak memberikan namanya beberapa kali. Begitu dia menjelaskan soal identitasnya, dia dilepaskan," ujar BART.

Baca juga: Penumpang Pukul Pramugari gara-gara Sandwich

Penulis: Ardi Priyatno UtomoEditor: Ardi Priyatno Utomo

Artikel Asli