Pria Bertato yang Lahir di Indonesia Ikut Rusuh Demo George Floyd

Jawapos Diupdate 17.58, 01/06 • Dipublikasikan 17.58, 01/06 • Edy Pramana
Pria Bertato yang Lahir di Indonesia Ikut Rusuh Demo George Floyd

JawaPos.com – Seorang pria Amerika Serikat bernama Rainey A Backues mendadak viral di tengah demontrasi terkait kematian George Floyd. Pemuda tersebut terpotret kamera media lokal AS saat melempar sebuah benda ke arah kios atau ruko. Ternyata belakangan diketahui pemuda itu lahir di Indonesia. Dia mengaku lahir di Pulau Jawa dan sudah dinaturalisasi menjadi warga AS.

Dalam laman Instagram miliknya, rainsfordthegreat, Rainey mengakui perbuatannya karena emosi dan marah atas tindakan brutal polisi. Foto Rainey yang ikut merusak bangunan dimuat di media lokal The Inquirer.

Terlihat foto Rainey memegang benda keras untuk dilempar merusak bangunan. Dia mengaku kesal dengan perilaku polisi dan isu rasisme.

“Anda mungkin mengenali saya dari beberapa foto yang beredar di media sosial dalam beberapa jam terakhir. Jika Anda mengenal saya secara pribadi, Anda akan tahu bahwa apa yang diwakili di sana sangat berbeda dengan saya,” katanya dalam Instagram.

“Awalnya memulai hari saya dengan pergi untuk naik sepeda setiap hari, dan saya pergi melalui Center City, berakhir dengan melihat unjuk rasa. Ini membantu menjelaskan mengapa saya tidak menutupi identitas saya di foto. Pada awalnya, saya hanya ingin mendokumentasikan cerita Instagram saya tentang apa yang saya lihat untuk mereka yang ada di rumah. Tetapi, ketika malam berlalu, saya mulai merasakan kemarahan dari pembunuhan George Floyd dan perasaan energi di hadapan ketidakadilan polisi nasional dari kerusuhan yang merebak di dalam diri saya,” paparnya.

 

View this post on Instagram

 

You might recognize me from several photos making the rounds on social media in the last several hours. If you know me personally, you will know that that what is represented there is quite unlike me. I initially began my day by going out for a daily bike ride, and I went through Center City, ending up at the protests. This helps explain why I was not covering my identity in the photos. At first, I simply wanted to document on my Instagram story what I was seeing for those who were at home. But, as the evening went on, I began to feel a combined anger from the murder of George Floyd and a feeling of energy in the face of national police injustice from the rioting welling up inside of me. Even today, I still feel the passion of hurt brought about by the racial injustice that is frequently directed towards people of color, myself included. This emotion runs deep. However, I now regret that my justified anger and impulse to not stay silent too quickly turned into movements to destroy property. Demonstrating is not the same thing as destruction. Thus, I would now like to apologize to the BLM movement as well as to the protestors who are legitimately exhibiting their disagreement with the present injustices we all have witnessed. Since one of my tattoos shows the islands of Indonesia (I am a naturalized US citizen, but I was born on the island of Java), I would also like to apologize to the Indonesian community in Philadelphia. Finally, to clarify, I must make it clear that, though I foolishly posted selfies holding sneakers up to my ear on my Instagram story, I did not loot them nor did I take any home with me. The streets were littered with clothing and shoes and I thought it would emphasize the amount of looting that was happening if I posed with them in this way. I now regret posting those photos. Once again, I apologize to all the communities that I have negatively affected and embarrassed. I am willing to take full responsibility for my actions. I have learned a great deal from this incident.

A post shared by Rainey A. Backues (@rainsfordthegreat) on May 31, 2020 at 2:53pm PDT

Perasaan marah itu membuatnya sakit hati. Dia menilai ada ketidakadilan rasial terhadap warga kulit hitam di AS.

“Bahkan hari ini, saya masih merasakan hasrat sakit hati yang disebabkan oleh ketidakadilan rasial yang sering diarahkan pada orang kulit berwarna, termasuk saya sendiri. Emosi ini sangat dalam,” ungkapnya.

Belakangan Rainey menyesali perbuatannya. Dia menyadari hal itu tindakan yang kurang tepat. “Namun, saya sekarang menyesal bahwa kemarahan saya yang dibenarkan dan dorongan untuk tidak tinggal diam terlalu cepat berubah menjadi gerakan untuk menghancurkan bangunan,” tuturnya.

“Demonstrasi bukanlah hal yang sama dengan menghancurkan. Karena itu, sekarang saya ingin meminta maaf kepada gerakan BLM dan kepada para pengunjuk rasa yang secara sah menunjukkan ketidaksetujuan mereka dengan ketidakadilan yang kita saksikan sekarang,” tuturnya.

Di akhir pengakuannya, Rainey mengaku bahwa dirinya merupakan kelahiran tanah Indonesia. Salah satu tato di tangannya bahkan menunjukkan Kepulauan Indonesia.

“Karena salah satu tato saya menunjukkan pulau-pulau Indonesia (saya adalah warga negara AS yang dinaturalisasi, tetapi saya lahir di pulau Jawa), saya juga ingin meminta maaf kepada komunitas Indonesia di Philadelphia,” papar Rainey.

“Saya sekarang menyesal memposting foto-foto itu. Sekali lagi, saya minta maaf kepada semua komunitas yang saya terkena dampak negatif dan malu. Saya bersedia bertanggung jawab penuh atas tindakan saya. Saya telah belajar banyak dari kejadian ini,” tutupnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Artikel Asli