Pria Berpakaian Abdi Dalem Keraton Yogyakarta Paksa Mahasiswi Raba Kemaluannya

Kompas.com Dipublikasikan 14.06, 11/11/2019 • Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
Raphli
Ilustrasi pelecehan

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pria mengenakan pakaian abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, berinisial SW (68), diduga melakukan aksi tidak terpuji terhadap seorang mahasiswi.

Kejadian ini terjadi ketika mahasiswi ini sedang berjalan-jalan bersama dua temannya di Alun-alun Utara Yogyakarta.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Forum Komunikasi Alun-alun Utara (FKAAU) Kresnadi membenarkan peristiwa tersebut. 

Peristiwa itu terjadi terjadi di Alun-alun Utara Yogyakarta pada hari Minggu, 10 November 2019, sekitar pukul 22.00 WIB.

Kresnadi menceritakan awalnya ada tiga mahasiswi yang berkunjung ke Alun-alun Utara.

 

*Baca juga: 800 Stan Ramaikan Pasar Malam Sekatan di Alun-alun Utara Yogyakarta *

Saat ketiganya jalan di Alun-alun, ada seorang pria yang mengenakan pakaian abdi dalem menghampiri.

"Menghampiri lalu mengajak ngobrol  salah satu mahasiswi itu," ujar Kresnadi, Senin (11/11/2019). 

Perbincangan yang diutarakan oleh pria yang diduga abdi dalem ini ke mahasiswi tersebut mengarah ke obrolan porno.

Sambil berbincang, pria yang mengenakan pakaian abdi dalem ini tiba-tiba mencoba memegang tangan mahasiswi tersebut.

"Mencoba memegang tangan (mahasiswi) tapi langsung ditepis," ungkapnya.

Baca juga: Meraba Dada Istri Prajurit Tempur, Ramli Dipenjara

Meraba kemaluan

Tak berhenti disitu, pria ini lalu berjalan menghampiri mahasiswi lain yang posisinya berjalan paling belakang.

Lagi-lagi, pria ini mengajak berbincang sambil berjalan.

Saat berbincang itulah, pria ini menarik tangan mahasiswi yang berjalan paling belakang tersebut.

Setelah itu, tangan mahasiswi ini dipaksa untuk memegang kemaluan pria tersebut.

Mendapat perlakukan yang tidak sepatutnya, mahasiswi yang tadinya berjalan paling belakang ini berlari menghampiri dua temannya yang berjalan di depan.

Baca juga: Mahasiswa di Yogyakarta Dibacok Orang Tak Dikenal, Pelaku Pura-pura Ajak Ngobrol

 

Ketiganya lantas menghindari pria tersebut dan kembali menuju tempat parkir.

"Korban menangis, lalu diantar tukang parkir ke Pos PAM Budaya," ucapnya.

Menurutnya, setelah mendengar cerita para mahasiswi ini petugas Pam Budaya dan FKAAU mencari pria yang diduga sebagai pelaku.

Usai berhasil menemukan yang diduga sebagai pelaku, pria tersebut lantas dibawa POS PAM Budaya dan diteruskan ke Polsek.

Baca juga: Tulis Disertasi Seks Pranikah Sah, Dosen UIN Yogyakarta Minta Maaf dan Janji Revisi

Korban tidak melapor ke polisi

Sementara itu, Kapolsek Gondomanan, Kompol Purwanto saat ditemui mengaku memang ada informasi terkait peristiwa di Alun-alun Utara.

"Informasinya seperti itu. Orang yang dicurigai tadi malam memang diamankan," tuturnya.

Hanya saja lanjutnya sampai dengan saat ini, belum ada korban yang datang ke Polsek untuk membuat laporan polisi.

Pihaknya belum bisa melakukan penyelidikan karena kasus ini masuk dalam delik aduan.

"Belum, sampai saat ini belum ada laporan dari yang dilecehkan. Ya kalau tidak ada pelaporan, kita tidak bisa proses, kalau ada laporan lansung kita proses," tandasnya.

Baca juga: Abdi Dalem Keraton Yogyakarta Ikut Meriahkan Jakarnaval 2019

Penulis: Kontributor Yogyakarta, Wijaya KusumaEditor: Aprillia Ika

Artikel Asli