Prediksi Kabinet Jokowi Jilid 2, Apakah Posisi Menteri Pariwisata untuk Wishnutama?

Kompas.com Dipublikasikan 08.39, 21/10/2019 • Nicholas Ryan Aditya
ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A
Pendiri NET TV Wishnutama memberi hormat saat meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut rencana, Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan keduanya periode tahun 2019-2024 bersama Wapres Maruf Amin.

JAKARTA, KOMPAS.com – Praktisi media broadcasting Wishnutama Kusubandio tampak keluar dari dalam Istana Negara Jakarta dan mendatangi wartawan yang sudah menunggu.

Baca juga: Datang ke Istana Berbaju Putih, Wishnutama Bakal Jadi Menteri Jokowi Jilid 2?

Seperti dikutip Kompas TV, Senin, (21/10/2019) saat berbincang dengan wartawan usai bertemu dengan Presiden Jokowi, dirinya akan mengisi jabatan di bidang yang sesuai kemampuannya.

Ia menuturkan diminta untuk meningkatkan kemampuan kreativitas di Indonesia dan juga meningkatkan devisa negara.

“Macam-macam yang didiskusikan misalnya tadi kreativitas, meningkatkan itu sehingga mampu bersaing di dunia internasional, event juga tadi, pokoknya bagaimana membuat event menarik, punya daya saing internasional,” kata Wishnutama seperti dikutip dari *Kompas TV. *

Wishnutama, menceritakan dirinya berdiskusi bersama Presiden Joko Widodo dengan intens. Namun, dirinya belum bisa memastikan kebenaran spekulasi akan menjadi Menteri Pariwisata.

“Bukan belum jelas, nanti kan akan diumumkan, ya kita lihat saja apa sanggup atau tidak, walaupun saya belum pernah ada dalam pemerintahan yang penting kan semangat dan niat baik dulu,” lanjutnya.

Baca juga: Erick Thohir dan Wishnutama, Mereka yang Sudah Berkeringat untuk Jokowi…

Mengomentari hal ini, Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya dalam diskusi di KompasTV, memberi dugaan bahwa Wishnutama akan mengisi jabatan Menteri Pariwisata.

Hal ini dilihat dari "bocoran" pernyataan Wishnutama mengenai peningkatan devisa yang bukan merupakan tugas dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

“Tadi dikatakan ada tugas meningkatkan cadangan devisa setahu saya itu belum jadi tugas Bekraf ya, itu lebih ke pariwisata, jadi mungkin saja itu perubahan nomenklatur (jadi) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” kata pria yang akrab disapa Toto ini seperti dikutip dari KompasTV.

Lanjutnya, perubahan nomenklatur bukan kali pertama dalam sejarah kementerian di Indonesia. Yunarto mengatakan pada 2011 pernah terjadi reshuffle ketika Mari Elka Pangestu menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sebagai catatan, sebelumnya kementerian ini adalah Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan dan dipimpin Jero Wacik sebagai Menteri Pariwisata dan Kebudayaan.

Namun pada tahun 2011, kementerian ini menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan dipimpin Mari Elka Pangestu.

“Menurut saya sangat mungkin cara kita membaca apa yang dibocorkan Mas Tama dia akan memegang jabatan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” terangnya.

Baca juga: Sosok Ideal untuk Menteri Pariwisata Kabinet Jokowi Jilid 2

Yunarto menjelaskan, ketika berbicara mengenai masuknya ekonomi kreatif dan Kementerian Pariwisata, level daripada Menteri Pariwisata targetnya harus lebih konkrit.

Menurut Yunarto, jika Bekraf masuk dalam Kementerian Pariwisata maka fondasi Ekonomi Kreatif akan lebih kuat dan targetnya akan berbeda.

Sedangkan bicara ekonomi kreatif, Menteri Pariwisata harus mempertahankan nilai tukar rupiah dengan cara mengelola cadangan devisa dari pariwisata.

“Kita tahu, Indonesia kaya akan keberagaman namun saat ini kita kalah jauh dari optimal dengan Thailand dan Malaysia misalnya,” kata Yunarto.

Spekulasi yang beredar, Wishnutama santer akan mengisi jabatan sebagai Menteri Pariwisata. Sekadar informasi, Arief Yahya sebelum menjadi Menteri Pariwisata pada Kabinet Jokowi jilid pertama adalah Direktur Utama Telkom.

Saat menjabat menjadi Direktur Utama Telkom, Arief Yahya pernah mendapat The Best CEO of the Year.

Sementara itu, Wishnutama pernah diangkat menjadi Direktur Utama Trans TV. Wishnutama meraih gelar The Best CEO in Indonesia 2010 pilihan majalah SWA dan Indonesia Marketing Champion 2015 for the Broadcast, TV Pay & Media sector pilihan MarkPlus.

Penulis: Nicholas Ryan AdityaEditor: Ni Luh Made Pertiwi F.

Artikel Asli