Pramugari Garuda Minta Erick Pecat Semua Direksi Era Ari Askhara

kumparan Dipublikasikan 12.13, 09/12/2019 • Michael Agustinus
Para pramugari Garuda Indonesia yang tergabung dalam IKAGI pimpinan Zaenal Muttaqin berbaju batik kumpul di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/12). Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Pramugari dan pramugara Garuda Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) kubu Zaenal Muttaqin bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir hari ini. Mereka menyampaikan keluh kesah tentang sistem kerja di era kepemimpinan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara.

Salah satu pramugari yakni Putri Adelia Pamela mengatakan sebagai perwakilan awak kabin, mereka menginginkan agar seluruh pihak baik itu direksi maupun bawahannya yang tergabung dalam manajemen Ari Askhara dicopot. Sebab, menurutnya, mereka adalah orang-orang Ari Askhara yang memperburuk citra perusahaan.

"Menurut saya, kita juga perlu menghapus orang-orang di bawah direksi yang memiliki startegi yang sama dengan Bapak Ari Askhara, ide yang sama dengan direksi sebelumnya, dan praktik buruk serta ilegal yang sama juga," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/12).

Adel menjelaskan, keinginan awak kabin adalah kebijakan yang merugikan perseroan tidak lagi ada. Karena menurutnya, kebijakan yang dijalankan pada periode kepemimpinan Ari Askhara sebagian besar justru merugikan perseroan.

"Di sini saya berbicara mewakili awak kabin Garuda Indonesia yang harus menyuarakan semua yang jadi aspirasi dari teman-teman awak kabin. Kami berharap semua yang telah menjadi kegagalan direksi yang lama, yang sebelumnya, yang saat ini sudah turun tidak terulang lagi di kemudian hari. Khususnya semua yang telah merugikan perusahan, karyawan," jelasnya.

Adel, pramugari Garuda Indonesia yang ikut rombongan IKAGI pimpinan Zaenal Muttaqin di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/12). Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Keinginan tersebut menurutnya tak berlebihan sebab selama kepemimpinan Ari Askhara, banyak kebijakan yang semena-mena sehingga merugikan awak kabin. Mulai dari memutasi orang tanpa memberikan alasan yang jelas hingga tak dapat izin terbang (grounded).

Mutasi yang tidak jelas alasannya dialami langsung oleh Adelia. Dirinya yang semula bertugas pada penerbangan dari Jakarta terpaksa harus dipindah menuju Makassar. Namun ketika dirinya menanyakan alasannya, perusahaan tidak memberikan jawaban pasti.

"Sebelumnya saya sebagai awak kabin yang memiliki homebased di Jakarta. Saat ini saya dipindahkan dan dimutasikan ke Makassar tanpa menjalani prosedur atau peraturan yang diberikan dengan jelas kepada saya," jelasnya.

Adapun soal calon direksi Garuda Indonesia ke depannya, Adel mendukung siapa pun yang dipilih pemerintah. Tapi syaratnya mereka terpilih dengan kemauan bekerja untuk kebaikan perseroan.

Artikel Asli