Prabowo Bakal Kirim Taruna Akmil ke AS dan Malaysia, Komisi I Khawatir

kumparan Dipublikasikan 06.33, 17/11/2019 • Wisnu Prasetiyo
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat Rapat Dengar Pendapat Kementerian Pertahanan dan Komisi I DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/11). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berencana mengirim taruna akmil ke Malaysia dan Amerika Serikat. Hal itu bertujuan untuk menguatkan kerja sama pertahanan. Komisi I DPR yang membidangi pertahanan punya respons beragam.

Anggota Komisi I Dave Akbarshah Fikarno mengaku khawatir dengan rencana Prabowo ini. Ia berpandangan, pendidikan dasar sebaiknya dilakukan di Indonesia saja.

"Kalau saya pribadi melihatnya, saya mengkhawatirkannya itu sulit nanti bagi mereka untuk bergabung dengan sesama angkatan di TNI-nya. Itu kan persaudaraan persatuannya sudah merekat dari awal kan, ketika mereka masih di Akmil, kalau misalnya mereka itu ngambil akmilnya di luar negeri, akan kehilangan persaudaraan itu," kata Dave kepadakumparan, Minggu (17/11).

Kekhawatiran itu berdasarkan pertimbangan semangat korsa di angkatan asalnya. Semangat persaudaraan yang erat, kata dia, harus dipupuk dari tingkat dasar.

"Kalau Sesko segala macam kan itu pendidikan lanjutan. Tetapi kan ini pendidikan dasarnya. Kalau pendidikan dasarnya itu tidak ada keeratan itu, saya kira ke depannya akan sulit, kerekatan dari kelompok, jiwa korsa itu," sambungnya.

Prabowo Subianto saat menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Lain lagi dengan pendapat Abdul Kharis Almakhsyari. Ia menganggap pertukaran taruna itu adalah hal yang biasa.

Sebab, sebelumnya juga sudah sudah ada prajurit TNI yang melakukan Sekolah Komando (Sesko) di luar negeri.

"Selama ini juga sudah dilakukan, banyak yang Seskonya di luar negri, itu hal biasa saja. Mungkin kalau jumlahnya di tambah ya baik saja," kata Wakil Ketua Komisi I itu menanggapi Prabowo.

Soal pendidikan dasar bagi seorang taruna menurut Politikus PKS itu merupakan hal yang biasa. "Itu juga boleh-boleh saja, tapi kan hanya untuk waktu yang tertentu," tuturnya.

Rencana Prabowo itu sendiri belum ada pemberitahuan kepada Komisi I DPR. Dave mengatakan, Indonesia mesti melihat dulu pendidikan militer apa yang akan diberikan ke prajurit TNI di Malaysia dan US. Mulai dari kurikulum hingga skema pendidikannya.

"Ya memang penting bagi kita membangun hubungan militer kapda negara-negara seperti china, dan juga negara-negara Asia lainnya, tetapi kita juga mesti melihat dampak positifnya bagi prajurit TNI apa saja," tandasnya.

Artikel Asli