Politisi Tuding Beyonce Keturunan Italia dan Penyembah Setan

REPUBLIKA ONLINE Dipublikasikan 06.32, 08/07/2020 • Reiny Dwinanda
Beyonce menjadi perbincangan warganet setelah seorang politisi menuduhnya bukan keturunan Afrika-Amerika. Beyonce juga disebut sebagai penyembah setan.
Beyonce menjadi perbincangan warganet setelah seorang politisi menuduhnya bukan keturunan Afrika-Amerika. Beyonce juga disebut sebagai penyembah setan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyanyi Amerika Serikat Beyonce Knowles tengah menjadi bahan obrolan warganet. Pelantun tembang "Crazy in Love" itu dituding memalsukan identitasnya.

Tak tanggung-tanggung, Beyonce juga disebut sebagai penyembah setan. Politisi yang tengah mencalonkan diri sebagai anggota House of Representatives AS, KW Miller, merupakan sosok di balik rumor tersebut.

Melalui Twitter-nya, Miller menyebut Beyonce bahkan bukan seorang berdarah Afrika-Amerika. Menurut Miller, Beyonce hanya berpura-pura sebagai keturunan Afrika-Amerika supaya dilirik.

Beyoncé is not even African American. She is faking this for exposure. Her real name is Ann Marie Lastrassi. She is Italian. This is all part of the Soros Deep State agenda for the Black Lives Matter movement. BEYONCÉ YOU ARE ON NOTICE!#GreatAwakening #QAnon #WWG1GWA #Trump2020

— KW Miller For Congress (FL-18) (@KwCongressional) July 4, 2020

Miller juga mengeklaim bahwa Beyonce memiliki nama asli, Ann Marie Lastrassi. Ia menyebut, Beyonce berasal dari Italia.

"Ini semua adalah bagian dari agenda Soros Deep State untuk gerakan Black Lives Matter. Beyonce, Anda sedang disorot!," tulis dia, dilansir laman Ace Showbiz, Selasa (7/7).

Dalam cicitan lain, Miller menyebut lagu "Formation" yang dinyanyikan istri dari rapper Jay-Z itu merupakan sebuah pesan kode rahasia untuk para globalis. Menurutnya, lagu itu dengan jelas mengakui bahwa Beyonce adalah sosok yang jahat dan dia sembahyang di gereja-gereja Setan yang berlokasi di Alabama dan Louisiana.

"Dia menyimpan simbol-simbol Setan di tasnya,” kata Miller.

Dalam lagu "Formation", Beyonce meneriakkan penggalan lirik berupa "Bill Gates in the Making". Miller menyebut, lagu ini memiliki konsekuensi berimbas kepada munculnya gerakan Black Lives Matter yang menderu seantero dunia, yang anehnya, bertepatan dengan momentum di mana Bill Gates mendorong vaksinasi untuk Covid-19.

Beyonce yang getol menyuarakan pesan antirasisme belum menanggapi tuduhan ini. Meskipun demikian, sepertinya dia tidak perlu khawatir orang akan percaya apa yang dikatakan Miller tentang Beyonce, karena Miller pun sekarang malah dihujat secara daring.

Beberapa warganet menilai utas yang dibuat Miller adalah sebuah komedi menggelitik. Beberapa warganet juga tak hormat kepada Miller dan menyangka Miller sangat membenci perempuan berkulit hitam.

Ada pula warganet yang menyebut Miller kehabisan “obat". Ada juga warganet menyebut adanya utas itu menjadi akhir dari karier politik Miller.

Artikel Asli