Politikus Gerindra Diduga di Pusaran Kemelut Papua

Media Indonesia Dipublikasikan 01.50, 22/08/2019 • http://mediaindonesia.com/
Politikus Gerindra Tri Susanti.

NAMA Tri Susanti mendadak viral di media sosial sejak Selasa (20/8). Perempuan itu muncul di depan publik sebagai koordinator aksi penggerudukan asrama mahasiswa Papua di Surabaya pada 16 Agustus lalu. Pemilik akun Twitter @Airin_NZ menyebut Tri Susanti ialah orang sama yang pernah menjadi saksi pasangan Prabowo-Sandi saat sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di MK, beberapa waktu lalu.

"Coba Pak @DivHumas_Polri tanyakan itu ke TRI SUSANTI sprti apa cerita sebenarnya. Jika kita melihat kebelakang. klw gk salah TRI SUSANTI ini dulu adalah saksi Paslon 02 utk gugatan di MK," cicitnya, kemarin.

Dalam video yang beredar, Tri Susanti menyatakan bahwa Bendera Merah Putih dimasukkan ke selokan dan dipatah-patahkan.Hal itu menyulut amarah dari ormas dan masyarakat Surabaya.

Warganet pun menyoroti Tri sebagai penyebar hoaks atau menjadi provokator atas informasi yang belum akurat terkait perusakan bendera sampai ikut mengerahkan massa ke asrama mahasiswa Papua.

"Apakah sebuah kebetulan kalau ibu Tri yang merupakan saksi dari paslon 02 ini berada di lokasi insiden, ia diwawancara dan memberikan keterangan bahwa mahasiswa Papua membuang bendera ke selokan, sesuatu yang hingga sekarang tak ada bukti," cicit akun Twitter @uki_dedek.

Akun AnakKolong_ juga menyampaikan komentar, "Pihak yang tampaknya memang selalu ada di beberapa moment KERUSUHAN atau yg mengarah pada kerusuhan," cicitnya.

Ketua DPP Gerindra Andre Rosiade membenarkan bahwa Tri Susanti merupakan kader Gerindra yang menjadi caleg dalam Pemilu 2019. Ia menjadi caleg DPRD nomor 8 di dapil III Kota Surabaya.

"Begini, yang bersangkutan itu memang caleg Gerindra di Provinsi Jawa Timur, tetapi saya lupa persisnya di kota atau provinsi," tutur Andre.

Saat mejadi saksi perkara hasil pilpres di MK, Tri membeberkan soal DPT fiktif yang ia temukan di kompleks perumahan tempat dia berdomisili, di Surabaya. Namun, saat hakim menggali keterangannya lebih lanjut, ia mengaku saat memantau di TPS tidak melihat orang yang tidak dikenal ikut memilih.

Urusan pribadi

Meski mangakui Tri merupakan kader dan caleg dari partainya, Andre menolak bila partainya dikaitkan dengan peristiwa demonstrasi di asrama mahasiswa Papua di Surabaya. "Yang jelas urusan Mak Susi (Tri Susanti) itu adalah urusan pribadi beliau dan tidak ada urusan dengan partai sama sekali," tegas Andre.

Lebih lanjut, ia menegaskan sikap Gerindra terkait peristiwa Papua ialah meminta semua pihak untuk tenang dan menahan diri. Gerindra tidak menginginkan terjadinya disintegrasi akibat sejumlah peristiwa terkait Papua.

"Sikap Gerindra soal Papua itu jelas. Pertama, meminta semua pihak untuk menahan diri jangan sampai terjadi disintegrasi. Kedua, menolak segala bentuk tindakan maupun perbuatan rasisme."

Andre mengaku belum mengetahui secara pasti apa persoalan yang dilakukan Tri. Namun demikian, ia memastikan jika memang ada proses hukum yang berjalan dan yang bersangkutan terbukti bersalah, Partai Gerindra akan mengambil tindakan tegas.

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon berjanji akan melakukan investegasi terkait kehadiran caleg Gerindar di asrama tersebut. (Dro/FL/P-3)

Artikel Asli