Politik Malaysia panas usai Mahathir mundur, bursa saham Malaysia dan ringgit rontok

Kontan.co.id Dipublikasikan 08.22, 24/02 • Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Indeks bursa saham Malaysia anjlok dan ringgit jatuh pada Senin (24/2) setelah kondisi politik Malaysia memanas yang berujung pada pengunduran diri Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Mengutip data Bloomberg hingga pukul 15.10 WIB, indeks bursa Malaysia FTSE anjlok 2,54% ke 1.492,32. Sementara ringgit Malaysia melemah 0,77% atas dollar AS.

*Baca Juga: Usai mundur, Mahathir dipanggil Raja Malaysia sore ini *

Lee Heng Guie, Direktur Eksekutif Pusat Penelitian Sosial-ekonomi kepada The Star  mengatakan,  pada saat ini, investor paling tidak ingin melihat gejolak politik, terutama ketika kemampuan pemerintah diuji untuk menangani gangguan ekonomi dan ketidakpastian terkait penyebaran virus corona di tengah situasi ekonomi yang melambat.

"Ketidakpastian yang terus-menerus terkait dengan lingkungan politik yang tidak stabil telah merusak kepercayaan investor, melemahkan sentimen konsumen dan mengurangi laju perkembangan ekonomi," ujarnya.

Riset Kenanga Investment Bank menyebutkan, keretakan koalisi politik Pakatan Harapan yang berkuasa oleh serangkaian manuver politik dari Jumat hingga Minggu telah menyebabkan kerusakan yang mungkin menjadi tidak dapat diselamatkan.

Ketidakpastian politik terutama dipicu oleh keengganan Perdana Menteri Mahathir Mohamad untuk mundur demi memberi jalan bagi Anwar Ibrahim berkuasa, sebagaimana disepakati oleh semua pihak dalam koalisi Pakatan yang berkuasa sebelum mereka memenangkan pemilu pada Mei tahun 2018 lalu.

Jumat pekan lalu, ada pertemuan penting para pemimpin puncak Pakatan yang dipimpin Mahathir yang telah ditekan untuk menetapkan tanggal untuk menyerahkan jabatan perdana menteri ke Anwar.

Pertemuan itu ternyata menjadi anti-klimaks karena hasilnya Mahathir akan tetap sebagai perdana menteri.

*Baca Juga: Mahathir mundur, Wan Azizah berpeluang jadi perdana menteri wanita pertama Malaysia *

Namun, pada hari Minggu, beberapa partai dalam koalisi yang berkuasa - termasuk partai yang didirikan Mahathir, serta partai-partai oposisi yang telah menunjukkan dukungan untuk Mahathir, tiba-tiba mengadakan serangkaian pertemuan.

Keributan ini menghidupkan kembali spekulasi tentang pembentukan pemerintahan baru.

*Baca Juga: Taktik Mahathir: Mengundurkan diri agar suksesi Anwar Ibrahim gagal *

Dalam sepekan terakhir, spekulasi kuat muncul bahwa partai politik Mahathir akan bersekutu dengan partai oposisi Umno dan PAS, serta faksi di dalam partai Anwar, untuk membentuk pemerintahan baru yang akan mengecualikan Anwar dan mitra koalisi DAP dan Amanah.

Anwar menggambarkan tindakan itu sebagai "pengkhianatan".

“Seluruh urusan berantakan telah menyebabkan meningkatnya ketidakpastian tentang masa depan politik Malaysia. Sebelum ini, investor sudah memiliki keraguan tentang ketidakpastian seputar suksesi kepemimpinan. Ini menjadi lebih buruk selama akhir pekan,” tulis Kenanga Investment Bank Research dalam risetnya.

*Baca Juga: Mahathir Mohamad resmi mengundurkan diri sebagai perdana menteri Malaysia *

Artikel Asli