Polisi yang Terluka di Depan Bank Dibacok karena Ganggu Istri Anggota TNI

Kompas.com Dipublikasikan 13.11, 10/12/2019 • David Oliver Purba
KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMAN
Rumah kosong lokasi pembacokan anggota Polres Pamekasan di Jl. Sersan Mesrul, Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, saat dipasangi garis polisi, Selasa (10/12/2019).

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Komandan Polisi Militer Pamekasan, Maskun mengatakan, AS membacok Imam Sutrisno (37) yang merupakan anggota Polres Pamekasan, karena istri AS sering diganggu oleh Imam.

"Motif utama karena persoalan rumah tangga AS yang diganggu oleh korban," ujar Maskun, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/12/2019).

Baca juga: Polisi Dibacok di Rumah Kosong, Sempat Tabrak Pagar Bank Sebelum Jatuh

Diketahui AS hendak menemui Imam di Mapolres Pamekasan untuk menyelesaikan masalah itu pada Selasa pagi.

Namun, Imam tidak berada di tempat.

AS kemudian janjian dengan Imam untuk bertemu di sebuah rumah kosong di Jalan Sersan Mesrul milik Sunarto (sebelumnya ditulis milik Santo).

Namun, karena di tengah perbincangan memanas, akhirnya AS membacok perut Imam menggunakan pisau sangkur yang sudah dibawanya.

Imam mengalami luka di bagian perut sebelah kiri. Dengan tubuh terluka, Imam melarikan diri dari lokasi pembacokan ke arah timur.

Ia merampas sebuah sepeda motor milik warga kemudian pergi. Namun, tepat di depan Bank SPM di Jalan Abdul Aziz , Imam terjatuh menabrak pagar besi bank.

Oleh warga, Imam kemudian dibawa ke rumah sakit umum dr H. Slamet Martodirjo Pamekasan menggunakan ambulans.

Sedangkan AS langsung menyerahkan diri ke kantor Kodim 0826 Pamekasan di Kelurahan Lawangan Daya.

"AS tidak ada niat untuk melukai korban. Namun, saat negosiasi untuk mencari solusi, AS terpaksa melukai korban menggunakan pisau sangkurnya," ungkap Maskun.

Terkait peristiwa ini, Polisi Militer Pamekasan terus melakukan koordinasi dengan Kodim 0826 Pamekasan dan Polres Pamekasan.

Baca juga: Polisi yang Ditemukan Terluka di Depan Bank Ternyata Dibacok Anggota TNI

Menurut Maskun, peristiwa ini sudah menjadi atensi atasannya di Denpom 54 Surabaya.

"Keterangan para saksi dan pelaku serta pihak-pihak lain sudah kami kumpulkan. Termasuk barang bukti berupa pisau sangkur sudah kami sita," ungkap Maskun. (Kontributor Pamekasan, Taufiqurrahman)

Editor: David Oliver Purba

Artikel Asli