Polisi Telusuri Kelompok Pengajian yang Disebut Istri Bomber di Medan

kumparan Dipublikasikan 07.07, 14/11/2019 • Reza Aditya Ramadhan
Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto. Foto: ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

Wakapolda Sumatera Utara Brgijen Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan institusinya dan Densus 88 sedang menelusuri kelompok pengajian yang disebut oleh Dewi Anggraini (DA), istri Rabbial Muslim Nasution (RMN), bomber Polrestabes Medan.

Mardiaz tak menyebut apakah kelompok pengajian itu terkait dengan aksi teror yang dilakukan Rabbial atau bukan. Namun, menurut Mardiaz, Dewi usai ditangkap dan diperiksa polisi menyebut kelompok pengajian itu.

"Dalam interogasi kepada istri pelaku menyampaikan adanya kelompok-kelompok pengajian," ujar Mardiaz di Mako Brimob Polda Sumut, Kamis (14/11). "Namun kita belum bisa menduga itu pelaku juga. Kita masih mendalami, masih dalam pengembangan".

Polisi berjaga pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11 Foto: AFP/ATAR

Mardiaz mengatakan pada Rabu (13/11), polisi sudah mengamankan mertua Rabbial, dan juga sejumlah keluarga bomber kelahiran tahun 1994 itu. Mereka diperiksa untuk dimintai keterangannya terkait aktivitas yang dilakukan Rabbial.

"Karena kemarin dari keterangan mertua pelaku. Pelaku ini sebetulnya tidak tampak menganut paham radikal, hanya dalam waktu 6 bulan saja, dia (pelaku) langsung berubah," ujar Mardiaz.

Densus 88 telah memeriksa Dewi Anggraini, istri dari Rabbial Muslim Nasution, pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Rabu (13/11). Dewi diketahui sangat aktif mempelajari paham radikal, bahkan berencana membuat aksi teror di Bali.

Selain itu, Dewilah yang mengajari Rabbial radikalisme dan cara merakit bom. Dewi juga kerap berkomunikasi dengan seorang napi terorisme berinisial I di salah satu lapas kota Medan.

Artikel Asli