Polisi Spiderman Maafkan Pelaku, Diimbau Jangan Diulangi

Suara.com Dipublikasikan 00.00, 18/09/2019 • RR Ukirsari Manggalani
Bripka Eka Setiawan (tengah) berpelukan dengan pelaku di halaman Gedung Biru Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/9).  [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Bripka Eka Setiawan (tengah) berpelukan dengan pelaku di halaman Gedung Biru Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/9). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Peristiwa Bripka Eka Setiawan yang menempel di bagian depan mobil pelaku pelanggaran lalu lintas bak Spiderman memang viral sejak diunggah di laman media sosial (16/9/2019). Apalagi, pengemudi Honda Mobilio berpelat B 1856 SIN tetap ngotot memacu tunggangannya hingga petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) itu terbawa sekitar 200 m dan baru berhenti setelah menabrak sebuah Daihatsu Ayla berpelat nomor B 1762 ZMA.

Kekinian, seperti dikutip dari kantor berita Antara, peristiwa polisi Spiderman ini berakhir damai. Bahkan, Bripka Eka Setiawan (37) dengan tulus memeluk sang pelaku, diketahui bernama Tavipuddin (54) di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2019).

"Saya meminta maaf kepada masyarakat khususnya kepada Bripka Eka yang mungkin menjadi korban walaupun tidak terluka. Saya minta maaf kepada masyarakat dan juga institusi Polri baik Kapolsek, Kapolres, Kapolda, dan Kapolri," demikian pernyataan Tavipuddin di Polda Metro Jaya.

"Saya minta masyarakat untuk tidak meniru apa yang sudah saya perbuat. Apa yang saya lakukan adalah salah. Saya minta maaf sedalam-dalamnya dan sebesar-besarnya," tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bripka Eka Setiawan menyatakan bahwa dirinya sudah memaafkan Tavipuddin dan akan mencabut laporan terkait peristiwa Spiderman itu.

"Saya juga tidak tahu kondisi Bapak seperti ini (sakit). Saya akan memaafkan dan akan mencabut laporan yang saya buat. Semoga semua ini ada hikmahya," ujar Bripka Eka Setiawan.

Kejadian peristiwa Polisi Spiderman atau menempel di kaca depan dan kap mesin mobil yang dilakukan Bripka Eka Setiawan bermula ketika pelaku tidak terima ditindak karena kesalahan melakukan parkir di bahu jalan. Saat itu tengah berlangsung operasi gabungan yang melibatkan Satuan Pelaksana Perhubungan Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Operasi penertiban lalu lintas ini sudah berlangsung sejak Februari 2019.

Pelaku tidak kooperatif dan merasa tidak melanggar aturan, karena di area tempat kendaraannya parkir tidak terdapat rambu lalu lintas dilarang parkir. Kemudian Polisi melakukan penindakan dengan cara diderek, dan sebelumnya Dinas Perhubungan serta Bripka Eka Setiawan meminta pengemudi untuk menyerahkan surat-surat kendaraan, sebagai SOP untuk melakukan penindakan.

Alih-alih mematuhi permintaan saat diajak berkomunikasi, pelaku berusaha kabur. Dan posisi Bripka Eka Setiawan berada tepat di depan kendaraan yang dikemudikan Tavipuddin bersama istrinya. Tak ayal, terjadilah peristiwa Spiderman itu, dan baru berhenti setelah menabrak mobil lainnya di depan.

Beruntung, Bripka Eka Setiawan tidak mengalami kecelakaan serius dalam kejadian ini. Pelaku diamankan dan harus menjalani pemeriksaan di Mapolsek Pasar Minggu.

Hasilnya diketahui bahwa Surat Izin Mengemudi (SIM) pelaku sudah mati sejak 2018, dan ia menderita kanker getah bening. Hal ini diketahui saat menjalani pemeriksaan dan pihak keluarga membawa obat-obatan.

Irjen Polisi Gatot Eddy Pramono memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Bripka Eka Setiawan [Instagram: TMC Polda Metro].

"Kapolda menyampaikan apresiasi, tapi jangan diulangi lagi, itu rawan. Kemudian kepada anggota yang lain jangan diikuti, ya, karena semisal tidak kuat tangannya, ketika dilakukan pengereman mendadak oleh pelaku, bisa jatuh," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa (17/9/2019).

Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pengguna jalan raya, bahwa patuh berlalu lintas tidak bisa ditawar-tawar. Kasihan Pak Polisi bila mesti melayani "permintaan" bermain akrobatik bak Spiderman.

Artikel Asli