Polisi Sebut Penjual Sate Ayam yang Diduga Pakai Daging Busuk Sudah 8 Tahun Berjualan

Kompas.com Dipublikasikan 06.48, 06/06 • Candra Setia Budi
szefei
ilustrasi sate

KOMPAS.com - Kapolsek Baitussalam, Ipda Safrizal mengatakan, MH (30), warga Gampong Cot Paya, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, pedagang sate keliling yang diduga menggunakan olahan daging ayam busuk mengaku sudah delapan tahun berjualan.

Kata Safrizal, terduga menjual daging sate olahan daging ayam tersebut dengan cara berjualan keliling.

Saat pihaknya mendatangi rumah MH, didapati satu keluarga di dalam rumah itu sedang membersihkan daging ayam yang diduga telah busuk.

Baca juga: Kronologi Penangkapan Oknum Polisi yang Disangka Perampok ATM, Ternyata Lagi Mengisap Sabu

Setelah itu, pihaknya langsung mengamanakan barang bukti tersebut dan dilakukan pemusnahan.

Sementara, MH, kata Safrizal, diberi peringatan secara tertulis agar tidak mengulangi lagi perbuatannya yang bisa merugikan masyarakat.

"Terduga ini masih diberi peringatan dan akan dilakukan pembinaan oleh pihak kecamatan dan perangkat gampong setempat agar tidak menjual daging yang tidak segar kepada masyarakat," kata Safrizal kepada Kompas.com, Jumat (5/6/2020) melalui saluran telepon.

Baca juga: Seorang Ayah Setubuhi 2 Anak Tirinya hingga Hamil, Terbongkar Saat Ditanya Nenek

Dikatakan Safrizal, adanya temuan penjual sate dengan olahan daging busuk ini, berawal dari laporan masyarakat yang mencium aroma busuk setiap hari dari rumah MH. Oleh warga, langsung dilaporkan ke polisi.

"Karena sudah meresahkan, saya bersama anggota dan Danramil serta Sekcam setempat mendatangi rumah tersebut dan ditemukan daging ayam dengan aroma tak sedap," katanya.

Baca juga: Penjual Sate Ayam Diduga Pakai Daging Busuk, Warga Curigai Aroma Tak Sedap

Sementara itu, dalam sebuah akun Facebook @roshanrohit7040, mereka membantah kalau telah menggunakan daging ayam busuk untuk pembuatan sate ayam.

Akun itu mengklarifikasi dan menjelaskan jika bau busuk itu berasal dari air limbah cucian daging ayam yang ditumpuk dalam ember dan tidak dibuang hingga tiga hari karena menunggu ember penuh.

Air limbah cucian daging ayam ini tak dibuang langsung karena pemilik usaha sate tak memiliki saluran buangan air limbah, sehingga ditumpuk sampai ember penuh untuk sekaligus dibuang ke lokasi lain.

Bahkan, pemilik akun Facebook @roshanrohit7040 ini bersedia diperiksa ke BPOM dan akan menunggu hasil pemeriksaan.

Tapi sayang, kini akun FB @roshanrohit7040 ini tak bisa buka lagi.

Baca juga: Ayah di Lampung Perkosa Anak Kandung Selama 13 Tahun, Terungkap Setelah Korban Menikah

 

(Penulis : Kontributor Banda Aceh, Daspriani Y Zamzami | Editor : Aprillia Ika)

Editor: Candra Setia Budi

Artikel Asli