Polisi Periksa Kejiwaan Kakek di Panti Jompo yang Bunuh Teman Sekamarnya karena Sering Buang Air Besar

Kompas.com Dipublikasikan 10.46, 24/01/2020 • Kontributor Makassar, Himawan
KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.
Aparat kepolisian di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait pertengkaran antar penghuni panti jompo yang mengakibatkan satu penghuni tewas. Kamis, (23/1/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Polisi bakal memeriksa kondisi psikologis Ismail Arsyad alias IA, kakek 75 tahun yang membunuh teman sekamarnya, Tong Joi Tho alias Sangkala (80) di panti jompo di Kabupaten Gowa, Rabu (22/1/2020). 

"Kita sedang melakukan pemeriksaan psikologis pada pelaku karena dimungkinkan ada (gangguan) kejiwaan. Kita mungkin melakukan rilis setelah ada hasil pemeriksaan psikologisnya tersebut," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo, saat konferensi pers di Mapolda Sulsel, Jumat (24/1/2020).

Baca juga: Sering Buang Air Besar Sembarangan, Alasan Kakek 75 Tahun Bunuh Teman Sekamarnya di Panti Jompo

Ibrahim mengungkapkan, saat penggeledahan di kamar Ismail, polisi menemukan batu, gunting, dan pisau yang diduga digunakan Ismail saat membunuh Sangkala. 

Sebelumnya diberitakan, pertengkaran terjadi antara penghuni Panti Werdha Gau Ma Baju, Desa Romangloe, Kecamatan Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan.

Akibat perkelahian itu, seorang penghuni panti jompo bernama Tong Joi Tho (80) alias Sangkala tewas mengeluarkan banyak darah.

Baca juga: Seorang Penghuni Panti Jompo di Gowa Tewas, Kakek 75 Tahun Jadi Tersangka

Polisi yang mendapat laporan tewasnya korban pada pada Kamis, langsung menuju panti dan menggelar olah tempat kejadian.

"Pada jasad korban terdapat beberapa jumlah luka berdasarkan pemeriksaan medis oleh Biddokkes Polda Sulsel," kata Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan.

Penulis: Kontributor Makassar, HimawanEditor: David Oliver Purba

Artikel Asli