Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Pemerkosaan Perempuan Bangun Tidur di Bintaro

Kompas.com Dipublikasikan 05.56, 08/08 • Walda Marison
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi

JAKARTA,KOMPAS.com - Kapolsek Tangerang Selatan AKBP Imam Setiawan mengatakan pihaknya telah memeriksa lima saksi dalam kasus pemerkosaan yang dialam AF.
“Saat ini kami sudah memeriksa 5 saksi,” kata dia saat dikonfirmasi, Sabtu (8/8/2020).
Pihaknya juga sudah mengantongi identitas pelaku beradasarkan keterangan korban dalam unggahan di media sosial.

Berdasarkan hal tersebut, polisi akan memadukan informasi yang ada dengan hasil penyelidikan di lapangan.
“Data yang ini akan melengkapi data hasil penyelidikan kami. Karena awal korban melapor tidak diketahui siapa pelakunya,” ucap dia.

Baca juga: Kisah Viral Perempuan Diperkosa Usai Bangun Tidur di Tangerang Selatan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Sebelumnya, kasus ini viral setelah AF membagikan kisah kelam melalui akun Instagram miliknya beberapa waktu lalu. Dalam kiriman itu dia menceritakan bahwa pemerkosaan terjadi pada 13 Agustus 2019 lalu.

Kala itu, AF yang masih tertidur pada pukul 09.00 pagi, ditinggal oleh orangtuanya bekerja.

Sekitar pukul 09.30 WIB, AF merasa ada seseorang yang mencoba membangunkannya. Setelah terbangun, AF melihat ada sekelebat bayangan yang keluar dari kamarnya.

Bayangan itu diikuti AF hingga akhirnya masuk ke kamar ganti. Di sanalah AF terkejut bukan kepalang lantaran ada seseorang yang tidak pernah dia kenal sebelumnya.

Pria itu diduga berinisial RI. Dia langsung memukul kepala AF dengan benda tumpul hingga kepalanya berdarah dan tak sadarkan diri.

AF mengingat pelaku sempat memegang pisau dan mengancam agar tidak teriak.

Baca juga: Viral Kisah Pilu Perempuan Bangun Tidur Diperkosa di Bintaro, Polisi Buru Pelaku

Saat itulah, pelaku melampiaskan nafsu birahinya kepada AF.

“Saya tidak punya senjata, tidak ada pertahanan diri, dan tidak bisa berdiri karena banyak kekurangan darah,” ujar dia dalam kisah yang dibagikannya melalui Instagram.

Setelah pelaku selesai dengan aksi bejatnya, dia kemudian melarikan diri dan membawa telepon genggam milik AF. Bahkan, AF pun diminta untuk tidak ke mana-mana saat pelaku pergi.

Tak lama berselang, AF berlari mencari pertolongan.

Di hari yang sama, saat AF pergi ke rumah sakit, ternyata pelaku menghubungi melalui pesan pribadi Instagram.

Awalnya pelaku meminta maaf kepada AF atas perilaku bejatnya. Namun, lama kelamaan pelaku malah meneror AF.

Tangkapan layar percakapan itu pun juga diunggah AF melalui akun Instagram-nya.

Penulis: Walda MarisonEditor: Irfan Maullana

Artikel Asli