Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kapolrestabes Bandung: Dia Memang Temperamen

Kompas.com Dipublikasikan 10.59, 26/05 • Kontributor Bandung, Agie Permadi
-
Cuplikan video oknum polisi tak bermasker marahi polisi yang berjaga di Pos PSBB Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Senin (25-5-2020). ANTARA/HO

BANDUNG, KOMPAS.com - Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, Bripka HI, anggota Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung yang ngamuk ketika ditegur tak menggunakan masker, memiliki sifat temperamen.

"Dia emang temperamen," kata Ulung, melalui pesan singkatnya, Selasa (26/5/2020).

Ulung menyebut, pada saat kejadian, Bripka HI sedang tidak bekerja atau lepas dinas. Saat itu, HI berencana menengok orangtua.

"Dia ini mau berkunjung ke rumah orangtuanya," kata Ulung.

Baca juga: Fakta Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kabur Pakai Fortuner hingga Dimutasi Kapolda Jabar

Seperti diketahui, Bripka HI menjadi sorotan ketika rekaman videonya yang tengah beradu mulut dengan petugas Satlantas Polresta Bandung yang tengah melakukan tugas di pos pemeriksaan di Kecamatan Ciparay, depan Mapolsek Ciparay, Senin (25/5/2020) pagi, viral di media sosial.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polrestabes Bandung bahwa Bripka HI pada Senin pagi berkendara melewati Pos Pam Alun-alun Ciparay dengan mengendarai mobil Fortuner.

Dia kemudian diberhentikan oleh anggota lalu lintas Polresta Bandung karena tidak menggunakan masker.

Namun, saat diberhentikan dan ditegur, Bripka H (pengemudi) tidak terima dan mengeluarkan kata-kata kasar kepada petugas.

Potongan rekaman video perisitiwa itu pun viral di media sosial.

Kapolda Jabar Rudy Sufahriadi yang mendapatkan informasi itu, tak menoleransi sikap arogan anggotanya tersebut dan langsung memutasi Bripka HI dari Satlantas Polrestabes Bandung ke Yanma Polda Jabar.

Baca juga: Kapolda Jabar Minta Maaf atas Arogansi Bripka HI yang Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker

Mutasi itu berdasarkan Keputusan Kapolda Jabar Nomor : KEP/ 681/ V / 2020 tanggal 25 Mei 2020.

Rudy bahkan meminta maaf atas tindakan arogan anggotanya tersebut.

Dia berharap, agar polisi justru harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.

"Polisi tidak boleh arogan, harus jadi contoh yang baik bagi masyarakat," kata Rudy

Penulis: Kontributor Bandung, Agie PermadiEditor: Robertus Belarminus

Artikel Asli