Polisi Jawab Misteri Bunyi Peluit Sebelum Abu Rara Menyerang Wiranto

kumparan Dipublikasikan 06.38, 14/10/2019 • Indra Subagja
Foto sekuel detik-detik pelaku wanita saat menyerang Menkopolhukam Wiranto di Banten. Foto: Dok. Istimewa

Pasca penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto, semakin marak beredar hoaks yang menyebut insiden tersebut rekayasa. Bahkan, bunyi peluit Polantas pun disebut sebagai kode penyerangan.

Dalam video yang berdurasi 55 detik, sebelum penyerangan terdengar suara peluit. Usai peluit berbunyi, kedua pelaku menyerang Wiranto.

Merespons hal itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edi Sumardi membantahnya. Ia menyebut peluit tersebut berasal dari pengatur lalu lintas.

“Enggak benar, hoaks. Sudah dijelaskan,” ujar Edi saat dihubungi, Senin (14/10).

Sebelumnya, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, insiden penyerangan terhadap Wiranto bukanlah rekayasa. Ia mengimbau publik tak menyebar hoaks di media sosial.

“Tidak mungkin ada pihak-pihak yang melakukan rekayasa. Preventif strike yang dilakukan aparat kepolisian tidak berhenti sampai di sini,” ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/10).

Sebelumnya, Densus 88 telah memeriksa 2 pelaku penyerangan Menko Polhukam Wiranto. Dari hasil pemeriksaan sementara, motifnya karena kesal Abu Zee pimpinan JAD Bekasi ditangkap.

“Abu Rara stres tertekan, mendengar Abu Zee ketuanya dia tertangkap,” kata Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/10).

Pelaku penyerangan terhadap Wiranto di Banten. Foto: Dok. Istimewa
Artikel Asli