Polip Rahim pada Ibu Hamil: Penyebab, Komplikasi, dan Pengobatan

Popmama.com Dipublikasikan 07.00, 27/02 • Sarrah Ulfah
Freepik

Pada umumnya, polip pada rahim dapat tumbuh di dinding dalam rahim atau dinding luar rahim.

Perempuan yang sedang dalam masa pra-menopause lebih sering mengalami polip di dinding dalam rahim, sedangkan perempuan yang telah mengalami menopause lebih sering mengalami polip di dinding luar rahim.

Lantas, bagaimana jika polip rahim terjadi pada ibu hamil?

Nah, untuk informasi lebih jelas, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa ulasan pentingnya.

1. Apa itu polip rahim?

Pexel/KamilleSampaio

Polip serviks ataupun polip rahim adalah penyakit yang timbul akibat adanya pertumbuhan tidak normal pada jaringan di dalam rahim. Pertumbuhan jaringan ini akan membentuk suatu benjolan yang apabila dibiarkan, benjolan tersebut berkembang menjadi seperti buah ceri. Benjolan ini dapat dikatakan sebagai jenis dari tumor jinak.

Polip rahim umumnya memiliki ukuran yang bervariasi, mulai dari beberapa milimeter hingga beberapa sentimeter.

2. Bahaya polip rahim pada ibu hamil

Freepik/starline

Polip pada serviks (leher rahim) yang terjadi pada masa kehamilan memang mudah sekali menyebabkan perdarahan.

Pasalnya, jaringan yang tumbuh tersebut mengandung lebih banyak pembuluh darah dan kondisinya lebih rapuh.

Bila terjadi gesekan atau infeksi pada polip, biasanya akan muncul bercak darah di sela-sela masa menstruasi.

Umumnya, polip tidak perlu diangkat karena dianggap tidak berbahaya. Namun, jika harus diangkat, biasanya akan dilakukan dengan tindakan kuret, yang sebenarnya malah berisiko, karena dapat menimbulkan perdarahan yang sulit diatasi.

Oleh karena itu, penanganan polip rahim biasanya baru akan dilakukan bersamaan dengan proses persalinan.

Polip serviks yang tidak menimbulkan keluhan seperti perdarahan dan tidak ada infeksi bisa dibiarkan terlebih dahulu sampai saat persalinan tiba dan terlepas dengan sendirinya.

Meski begitu, agar tidak terjadi perdarahan lebih lanjut, sebaiknya Mama dan suami tidak melakukan hubungan seksual terlebih dahulu dalam beberapa waktu. 

3. Penyebab polip rahim pada ibu hamil

popsugar.com

Sebenarnya, polip serviks pada ibu hamil adalah kasus yang sangat jarang ditemukan, karena biasanya sebelum terjadi kehamilan, polip sudah terdeteksi dengan gejala perdarahan paska senggama.

Meski begitu, berikut beberapa penyebab polip rahim yang dapat terjadi pada ibu hamil:

  • Obesitas

Berat badan yang melebihi batas normal dapat menyebabkan munculnya polip rahim.

Oleh karena itu, jagalah pola makan dengan baik dan ubahlah gaya hidup menjadi lebih sehat, terutama di masa-masa kehamilan.

  • Hipertensi

Hipertensi atau darah tinggi juga dapat menjadi penyebab polip rahim pada ibu hamil.

Selain berisiko melahirkan secara caesar, hipertensi juga dapat menimbulkan polip yang mengakibatkan perdarahan pada ibu hamil

  • Usia

Terakhir adalah faktor usia. Risiko penyakit polip rahim lebih tinggi terjadi pada perempuan dalam masa pre-menopause atau sudah mengalami menopause, yaitu sekitar usia 40-50 tahun.

4. Cara mengobati polip rahim pada ibu hamil

Freepik/pressfoto

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengobati polip rahim pada ibu hamil, berikut diantaranya:

  • Progestin

Obat polip rahim ini dapat membantu mengatur keseimbangan hormonal. Obat ini juga dapat membantu meringankan gejala, sehingga biasanya gejala akan kembali ketika obat dihentikan.

  • Histeroskopi

Selain dipakai sebagai alat diagnostik, histeroskopi juga dapat digunakan sebagai metode pengobatan.

Jadi ketika alat dimasukkan ke dalam rahim dan ketika terlihat adanya polip, maka dokter akan langsung melakukan pengangkatan.

  • Kuretase

Sama seperti di atas, bahkan terapi bisa dikombinasikan. Teknik kuretase ini efektif untuk polip kecil.

Nah, itulah beberapa informasi penting seputar polip rahim pada ibu hamil.

Semoga bermanfaat dan dapat memberikan informasi baru!

  • 5 Risiko Komplikasi Umum Saat Hamil di Usia 30-an
  • Ma, Kenali Ciri-Ciri Hingga Penyebab Polip Hidung yang Menyerang Anak
  • 7 Komplikasi yang Bisa Terjadi di Kehamilan Trimester Kedua
Artikel Asli