Polda Jabar Selidiki Video Polisi Pukul Penolak Penggusuran Tamansari

Kompas.com Dipublikasikan 09.58, 14/12/2019 • Kontributor Bandung, Agie Permadi
ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI
Seorang warga menangis histeris saat penggusuran permukiman Tamansari di Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019). Upaya penggusuran tersebut berakhir ricuh setelah Satpol PP memaksa warga dan aktivis mahasiswa untuk mengosongkan tempat tinggalnya di lahan sengketa di mana proses sidang sengketa lahan masih berlangsung di PTUN Bandung.

BANDUNG, KOMPAS.com - Video aparat memukul sekelompok pemuda dalam kericuhan yang terjadi saat penggusuran di RW 11 Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat, viral di media sosial.

Polisi pun menyelidiki video pemukulan tersebut.

"Pak Kapolda (Jawa Barat) sudah menugaskan Ditpropam untuk memeriksa lebih lanjut, adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota," kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Irman Sugema, Sabtu (14/12/2019).

Irman menjelaskan, dalam penertiban tersebut, polisi menerima surat permohonan bantuan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertamanan dan Pertanahan (DPKP3) Kota Bandung untuk membantu pengamanan.

Karenanya, Polrestabes Bandung menurunkan sejumlah personel yang diminta berdasarkan analisa intelijen.

"Dalam hal ini juga kami meminta bantuan Kodim untuk sama-sama melaksanakan pengamanan di sana," tuturn Irman.

Baca juga: Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

Selama proses penertiban, kata Irman, polisi hanya memantau. Polisi mulai bergerak setelah ada pelemparan ke arah Satpol PP.

"Satpol-PP meminta bantuan karena tidak dilengkapi dengan perlindungan agar situasi tetap kondusif. Kami melakukan langkah preemptive dan preventif, melakukan imbauan kepada massa," tuturnya.

Sesuai standar operasional, imbauan pun dilakukan petugas. Pasukan pengendali massa, katanya, melerai kedua belah pihak agar tidak terjadi potensi konflik. 

"Dalam proses tersebut tentu langkah yang dilakukan justru masih terjadi perlawanan dari pihak massa, yang kita tidak tahu sumber massa itu datang, yang melakukan pelemparan," katanya.

Baca juga: Pasca Penggusuran di Tamansari, Menkumham Didesak Cabut Penghargaan Kota Peduli HAM dari Bandung

"Ketika eskalasi meningkat maka kami mengamankan kurang lebih 25 orang yang saat itu diduga melakukan pelemparan secara masif dan melukai beberapa anggota," imbuhnya.

 

Puluhan orang yang diamankan itu kemudian dibawa ke Mako Satpol PP Kota Bandung, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Atas dasar permintaan Satpol PP, kata Irman, polisi melakukan tes urine terhadap para pemuda yang diamankan tersebut.

Dua orang terindikasi zat adiktif, tapi hal itu masih dalam pendalaman, lantaran polisi belum mengetahui jenis obat apa yang digunakan.

Baca juga: Polisi Diminta Usut Kekerasan Aparat dalam Penggusuran di Tamansari, Bandung

Sementara tiga orang diduga membawa senjata tajam. Namun mereka telah dipulangkan lantaran tidak memenuhi unsur pidana.

Terkait aparat memukul yang terekam dalam video yang viral di media sosial, Irman mengatakan akan memeriksanya.

"Mungkin ada beberapa anggota yang masih kita dalami yang terjadi adanya dugaan melakukan tindakan yang keliru," terangnya.

Penulis: Kontributor Bandung, Agie PermadiEditor: Teuku Muhammad Valdy Arief

Artikel Asli