Pinky Lu Xun: Cosplayer Cantik Generasi Pertama Indonesia yang Berkarir Sebagai Arsitek

Furnizing.com Dipublikasikan 11.21, 11/11/2019 • Furnizing Editor

Untuk kalian yang gemar dengan jejepangan, tentu mengenal sosok cantik yang satu ini. Ya, dia adalah Pinky Lu Xun. Perempuan kelahiran tanggal 11 Juli ini merupakan sosok cosplayer generasi pertama sejak tahun 1998. Dirinya tertarik di bidang ini ketika melihat seorang cosplayer Jepang yang mengenakan kostum dari karakter King of Fighters. Hal ini bermula ketika Pinky mencoba mencari walkthrough sebuah game yang ia mainkan dan berakhir menemukan foto cosplayer Jepang yang menginspirasinya untuk bercosplay.

Photoshoot Pinky Lu Xun

Perjuangannya memperkenalkan cosplay di Indonesia bisa terbilang tidak mudah. Di saat ia ingin mengakhiri karir di bidangnya tersebut, dunia berkata lain. Ia pun mulai dikenal dan menemukan teman-teman seperjuangan dalam bercosplay. Hingga sekarang Pinky masih dikenal di berbagai negara dan sering menjadi seorang juri dalam acara cosplay baik dalam Negeri maupun Luar Negeri.

Pinky sebagai Cosplay Star di Anime Festival Melbourne

Selain bercosplay ternyata Pinky Lu Xun memiliki sebuah profesi lain yaitu arsitek. Bidang seni bangunan ini juga menjadi hal yang disenangi oleh Pinky. Perempuan lulusan Universitas Tarumanagara ini mengklaim bahwa dirinya adalah seorang ‘anak rumahan’. Anak rumahan yang dimaksud adalah Pinky lebih senang untuk menghabiskan waktu di rumah. Ia suka menata rumah dan bercita-cita untuk mendesain rumahnya sendiri di masa depan.

Pinky sendiri mengatakan bahwa menjadi lulusan arsitektur memiliki banyak peluang kerja diantaranya menjadi arsitek, drafter, desainer interior, atau bahkan agen real estate.

Panutan di bidang Arsitektur

Tentunya Pinky dalam terjun ke dunia arsitektural, memiliki idola yang menjadi panutannya dalam berkarya. Beberapa orang yang dikaguminya dari masa kuliah hingga sekarang adalah Zaha Hadid, Frank Lloyd Wright, dan Tadao Ando.

 

*Zaha hadid *

Ada alasan mengapa Pinky menjadikan mereka idola. Hal ini berkaitan dengan hasil karya mereka yang menjadi favorit Pinky Lu Xun. Seperti halnya Zaha Hadid dengan karya London Aquatic Center dan Guangzhou Opera House di China, FL Wright dengan Walter Gale House, dan juga Chapel on The Water karya Tadao Ando.

Walter Gale House

Tidak heran Pinky Lu Xun menyukai jejepangan, bahkan salah satu arsitek favoritnya adalah arsitek terkenal di Negeri Sakura dengan berbagai karya uniknya.

Chateau Versailles

Adapun desain lainnya yang menjadi inspirasi Pinky yaitu bangunan abad 18 dengan ukiran dan ornament di dinding seperti karya dari Edmund Blacket, arsitek asal Australia. Lalu bangunan abad 16 dengan gaya gothic seperti karya Louis Le Vau pada Istana Versailles. Istana yang dikenal dengan kemegahannya itu memiliki nilai artistik baik pada eksterior maupun interiornya.

Pekerjaan

Setelah lulus Pinky bekerja di salah satu perusahaan developer Indonesia. Ia pun membuktikan kelihaiannya dalam bidang ini dengan menjadi bagian dari tim arsitek proyek untuk Central Park Mall dan Mediterania Garden Residences 2. Siapa sangka bangunan yang cukup terkenal di Jakarta itu ditangani oleh cosplayer cantik seperti Pinky Lu Xun?

Central Park Mall, Jakarta

Setelah 8 tahun berkecimpung sebagai arsitek proyek di sebuah developer bangunan Indonesia, kini Pinky sudah pindah bekerja ke Negara impiannya yaitu Australia. Disana ia bekerja di bidang real estate dan home loan. Meski karir arsitek ini terbilang banyak menyita waktu, Pinky tetap bisa meluangkan waktunya untuk membuat kostum karakter yang merupakan hobinya saat ini.

Pinky bersama karyawan lainnya

Hobi dan Pekerjaan

Menurut Pinky, cosplay dan arsitektur saling berkaitan namun tidak secara langsung bagi karirnya. Dirinya menyatakan dapat belajar membuat kostum secara otodidak karena terbiasa membayangkan tampak, potongan, dan desain pada bangunan. Berkat keterampilannya membuat maket pun, sedikit banyak ilmu konstruksi yang dapat ia terapkan dalam merakit armor untuk cosplay. Salah satunya tertuang pada kostum Isis dari Rising Force Online yang ia buat dengan memadukan keterampilannya dalam menggunakan software Autocad untuk membuat pola armor dan menskala ukuran. Sangat imajinatif dan inspiratif, bukan?

Pinky Lu Xun as Guest Star at AFA

Kembali lagi ke bidang arsitektur, Pinky sendiri mengatakan bahwa video game sedikit banyak mempengaruhinya dalam mendesain bangunan arsitektural. Video game dengan desain futuristic ini tentunya tidak langsung begitu saja diterapkan keseluruhannya, akan tetapi Pinky mengambil beberapa bagian yang bisa dijadikan inspirasi desain di dunia nyata jika masih masuk akal dari segi budget maupun konstruksinya. Biasanya inspirasi tersebut ia terapkan pada desain interior ataupun pemilihan warna dan cahaya.

Pinky berpendapat bahwa arsitektur di Indonesia berkembang sangat pesat, terutama pada bagian Mall dan Apartemen. Masing-masing developer berlomba untuk membuat desain atau tema yang unik dan out of the box untuk menarik pengunjung atau tenant sebanyak-banyaknya.

Cosplayer VS Arsitek

Terkadang beberapa orang bingung dengan jalan karir yang ia ambil dan terus berpikir mengenai masa depannya. Namun tidak dengan Pinky. Jika disuruh memilih antara arsitek atau cosplayer, manakah yang akan diambil oleh Pinky?

“Tentunya menjadi arsitek, karena bagi saya Cosplay itu hanya sebatas hobi. Kalaupun ingin menjadikan cosplay sebagai pekerjaan sampingan, saya memilih menjadi costume maker daripada cosplayer”, tutur perempuan cantik tersebut.

Pinky dengan Cosplayer Negara Lain

Pinky mengutarakan bahwa ia akan berhenti cosplay ketika sudah menikah karena ingin meluangkan lebih banyak waktunya bersama keluarga, namun ketika ditanya apakah ia akan behenti menjadi seorang arsitek, beginilah jawabannya, “saya tidak akan berhenti bekerja di lingkup arsitektur karena itu adalah mata pencaharian utama saya.”

Pinky (kanan) bersama dengan tim Central Park

Begitulah sisi lain Pinky dan berbagai pendapatnya mengenai arsitektur. Jalan untuk meraih impian tentu tidak akan selalu berjalan mulus, akan tetapi dengan adanya kesempatan dan keterampilan di waktu yang tepat semuanya dapat diwujudkan. Selalu ada sebuah pilihan, namun ketika kita sudah memilih, jalani dengan keyakinan dan terus berdoa agar hasil manis dapat dipetik kemudian harinya.

Artikel Asli