Pilot Pingsan, Batik Air Kirim Pesawat Pengganti ke Kupang

Kompas.com Dipublikasikan 12.52, 17/11/2019 • Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
Handout
Pilot Batik Air seri A-320 dengan nomor penerbangan ID-6548, saat dievakuasi beberapa saat setelah mendarat di Bandara El Tari Kupang, Minggu (17/11/2019)

KUPANG, KOMPAS.com - Pihak Batik Air mengirim pesawat pengganti dari Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur ke Kupang, menyusul insiden pilot Djarot Harnanto yang pingsan saat menerbangkan Pesawat Airbus 320-200 CEO nomor penerbangan ID-6548.

Corporate Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro, mengatakan, pesawat pengganti Airbus 320-214, dijadwalkan mendarat di Bandara El Tari sekitar pukul 19.20 Wita.

Baca juga: Pilot Diduga Pingsan, Pesawat Mendarat Darurat di Kupang

"Batik Air meminimalisasi dampak yang timbul, agar operasional Batik Air yang lain tidak terganggu," ujar Danang.

Danang mengatakan, Batik Air membawa tujuh kru dan 148 penumpang.

Sementara itu, Abdul Muis, salah seorang penumpang pesawat Batik Air tujuan Kupang - Jakarta, mengaku, jadwal penerbangan direncanakan pukul 12.50 WITA.

"Tadi saya sudah berada di ruang tunggu, tapi pesawat katanya tunda keberangkatan karena pilot pingsan,"ungkap Muis.

"Karena masih menunggu penggantian pesawat, saya kemudian kembali ke rumah. Sesuai info dari maskapai lanjut Muis, pesawat pengganti akan tiba pukul 19.00 WITA," kata Muis.

Sebelumnya diberitakan, pesawat Batik Air seri A-320 dengan nomor penerbangan ID-6548, rute Cengkareng-Kupang, mendarat darurat di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (17/11/2019) siang.

Pesawat mendarat karena pilot bernama Djarot Harnanto disebut-sebut pingsan di dalam pesawat.

Beruntung, pesawat akhirnya berhasil mendarat mulus di bandara.

Baca juga: Ini Penyebab Pilot Batik Air Dievakuasi dan Mendarat Darurat di Kupang

Pesawat pun ditarik menggunakan mobil push back dari ujung landasan bandara menuju ke pelataran pesawat.

Pilot tersebut kemudian dievakuasi oleh tim medis, ground handling, beserta petugas pengamanan Angkasa Pura I dan langsung dibawa ke rumah sakit Siloam.

Penulis: Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho BereEditor: Krisiandi

Artikel Asli