Pewarna dan Obat Pelurus Rambut Dinilai Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Suara.com Dipublikasikan 13.05, 05/12/2019 • Yasinta Rahmawati
Produk pewarna rambut dikaitkan dengan risiko kanker. (Shutterstock)
Produk pewarna rambut dikaitkan dengan risiko kanker. (Shutterstock)

Suara.com - Pakar kesehatan masyarakat AS menemukan, wanita yang secara permanen mewarnai rambut mereka cenderung memiliki risiko 9% lebih mungkin mengembangkan kanker payudara. Hal ini berdasar temuan di mana mereka mempelajari kebiasaan perawatan rambut pada lebih dari 46 ribu wanita di seluruh Amerika, dari 2003 hingga 2009. 

Perempuan kulit hitam mungkin yang paling dalam bahaya dari semuanya. Mereka yang mengecat rambut setidaknya sekali dalam setahun memiliki peluang 45% lebih besar terkena kanker payudara.

Bahan kimia yang digunakan untuk meluruskan rambut juga dapat meningkatkan risiko ini. Wanita yang menggunakannya setiap sebulan atau dua bulan sekali, 30% lebih mungkin mengembangkan kanker payudara.

"Ini semacam beban tambahan yang dialami (perempuan kulit hitam) dengan penggunaan obat kimia pelurus rambut," kata penulis utama penelitian, Alexandra White, melansir Insider.

Produk pewarna rambut dikaitkan dengan risiko kanker. (Shutterstock)

Penelitian lain juga menunjukkan bagaimana bahan kimia yang berpotensi menyebabkan kanker dan endokrin dalam pewarna rambut dapat memasuki aliran darah, bersirkulasi melalui tubuh dan mencapai jaringan payudara.

Penata rambut, yang berurusan dengan pewarna dan bahan kimia rambut lainnya dari hari ke hari, sudah diketahui memiliki peningkatan risiko kanker.

Tapi, kata penulis studi, Alexandra White, temuannya ini harus diperlakukan dengan hati-hati.

"Risiko relatif terdengar sangat tinggi, tetapi ini bukan peningkatan risiko yang besar," katanya, melansir Insider.

Artikel Asli