Petugas Pelabuhan Beirut Ditemukan Selamat di Laut 30 Jam Setelah Ledakan

Merdeka.com Dipublikasikan 14.45, 07/08

                Petugas pelabuhan Beirut yang ditemukan selamat di laut 30 jam setelah ledakan.. ©Twitter via Alarabiya
Seorang petugas pelabuhan Beirut, Lebanon ditemukan selamat di laut, 30 jam setelah ledakan.

Seorang petugas pelabuhan Beirut, Lebanon yang hilang setelah ledakan dahsyat pada Selasa sore, ditemukan selamat di laut hampir 30 jam setelah ledakan, seperti dilaporkan media lokal pada Kamis.

Amin Al Zahed ditemukan penuh darah di Laut Mediterania. Demikian dikutip dari Alarabiya, Jumat (7/8).

Al Zahed dibawa ke Rumah Sakit Universitas Rafic Hariri di Beirut setelah seorang tim penyelamat menarikanya ke dalam perahu, namun demikian beberapa unggahan media sosial menyebut keluarganya belum bisa menghubunginya.

Belum ada rincian informasi bagaimana Al Zahed bisa selamat atau seperti apa kondisi terakhirnya.

Investigasi tengah dilakukan untuk menentukan penyebab ledakan yang menewaskan 149 orang dan melukai sedikitnya 5.000 orang. Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab mengatakan, 2.750 ton amonium nitrat yang disimpah di gudang pelabuhan menjadi penyebab ledakan.

AS Janjikan Bantuan Rp 250 Miliar

Amerika Serikat (AS) menjanjikan USD 17 juta atau sekitar Rp 250 miliar sebagai bantuan awal bencana untuk Lebanon. Demikian disampaikan Kedutaan Besar AS di Lebanon pada Jumat.

Disebutkan dalam sebuah pernyataan, bantuan termasuk makanan, persediaan obat-obatan, dan bantuan keuangan untuk Palang Merah Lebanon.

"Pengumuman untuk dukungan dan bantuan tambahan menyusul," kata pernyataan tersebut.

Artikel Asli