Pesan dan Dukungan Tiada Henti Nora Alexandra untuk Jerinx

Kompas.com Dipublikasikan 03.31, 13/08 • Ady Prawira Riandi
IMDB.com
Istri Jerinx, Madam Vlaminora. (IMDB.com)

JAKARTA, KOMPAS.com - Musisi I Gede Ari Astina atau kerap disapa Jerinx resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pencemaran nama baik Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Dukungan terus mengalir dari sang istri, Nora Alexandra, melalui pesan-pesan yang ditulisnya di Instagram.

"Dia hanya takut saya sendiri di rumah, dia hanya khawatir dengan saya. Saya jawab, saya akan baik-baik saja!" tulis Nora seperti dikutip Kompas.com dari unggahan story Nora, Rabu.

Nora berjanji akan selalu memberikan dukungan terhadap Jerinx dalam kondisi apapun, termasuk penahanan ini.

"Saya akan selalu ada kondisi terpuruk dia apapun saya ada, saya tidak akan meninggalkan dia!" tulis Nora.

Sejauh ini Nora hanya bisa berharap suaminya bisa menghadapi semua proses hukum dengan lancar.

Perempuan yang menikah dengan Jerinx pada 5 Oktober 2019 ini tak sabar menantikan cerita-cerita baru yang didapat suaminya dari dalam penjara nanti.

"Hadapi proses ini, jika sudah bebas nanti kelak kau akan ada cerita ketika kau di dalam sana," tutupnya.

Terbaru, Nora Alexandra menuliskan kebiasaan pagi di mana ia selalu menyiapkan sarapan untuk Jerinx.

Nora lagi-lagi menegaskan dirinya tak akan meninggalkan penabuh drum dari grup band Superman Is Dead (SID) tersebut.

"Jangan takut aku meninggalkan kamu ya sayang, aku tetap di sini, mungkin kalau aku mati baru aku meninggalkan kamu selamanya. you my Hero," tulisnya.

Lihat postingan ini di Instagram

Love you, jangan khawatirkan aku diluar sini, aku tetap ada buat kamu! Jangan takut sendiri. Aku tetap ada disini @jrxsid #bebaskanjrxsid Kelak nanti saat kamu sudah diluar, ada berbagai cerita dari dalam sana, semangat, aku disini gak akan pergi, jangan khawatirkan aku, kamu harus kuat!!!!

Sebuah kiriman dibagikan oleh MADAM VLAMINORA (@ncdpapl) pada 12 Agu 2020 jam 2:43 PDT

Diberitakan sebelumnya, Polda Bali resmi menetapkan Jerinx sebagai tersangka atas kasus dugaan pencemaran nama baik Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Jerinx dijerat Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) dan/atau Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik dan/atau pasal 310 KUHP dan atau pasal 311 KUHP, sesuai dengan Laporan Polisi No. LP/263/VI/2020/Bali/SPKT, tanggal 16 Juni 2020.

Jerinx terancam pidana penjara selama 6 tahun dan denda Rp 1 miliar.

Penulis: Ady Prawira RiandiEditor: Kistyarini

Artikel Asli