Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Perusahaan Asuransi Jiwa Kini Lebih Berhati-Hati Berinvestasi di Portofolio Saham

Kontan.co.id Dipublikasikan 00.29, 20/07/2020 • Ferrika Sari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan asuransi jiwa optimistis hasil investasi di sepanjang tahun ini akan menanjak. Memang, suasana ketidakpastian yang diakibatkan oleh pandemi virus corona (Covid-19) memaksa perusahaan asuransi jiwa untuk lebih hati-hati dalam menentukan isi keranjang investasinya.

PT BNI Life Insurance (BNI Life) akan terus melakukan monitoring atas pergerakan portofolio investasi secara berkala.

"Kami segera mengurangi portofolio yang memiliki volatilitas yang tinggi dengan menambah portofolio di fixed income dan selektif untuk menambah kas agar BNI Life memiliki portofolio yang sehat dan untuk menjaga likuiditas," tutur Direktur Keuangan BNI Life Eben Eser Nainggolan akhir pekan lalu.

BNI Life mencatatkan rasio kecukupan modal atau risk based capital (RBC) yang cukup tinggi yakni 799,33% per akhir Mei 2020.

Baca Juga: Maksimalkan kinerja, ini strategi investasi sejumlah asuransi jiwa

Posisi itu lebih tinggi daripada batas minimal yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni 120%.

Sementara PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia akan berinvestasi pada instrumen yang tepat dengan mempertimbangkan kewajaran harga serta potensi keuntungan di masa depan.

Di masa pandemi ini, instrumen yang diandalkan Generali seperti money market dan fixed income. "Tentu saja dengan tetap terus melihat potensi di pasar saham," kata Marketing and Communication Group Head Generali Indonesia Vivin Arbianti.

Baca Juga: Punya 13.000 agen, Bhinneka Life dorong tenaga pemasar berinovasi di era pandemi

Hingga saat ini, masih banyak nasabah yang berinvestasi ke saham dan money market dalam dana kelolaan unitlink.

Pada kuartal I 2020 Generali Indonesia mengurangi investasi menjadi Rp 4,24 triliun. Padahal di periode yang sama tahun lalu, nilai investasi tercatat sebesar Rp 5,55 triliun.

Vivin menilai penurunan nilai itu sebagai sesuatu yang wajar. Alasannya, itu sejalan dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 28% di sepanjang kuartal I-2020. "Intinya, kinerja dana kelolaan investasi kami masih sejalan dengan pasar investasi di Indonesia," tutup dia.

Hasil investasi

Merujuk ke data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Mei 2020 nilai investasi industri asuransi jiwa mengalami penurunan 8,12% secara tahunan menjadi Rp 426,24 triliun. Per Mei tahun lalu, nilai investasi industri mencapai Rp 463,92 triliun.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu menyebutkan investasi asuransi jiwa bersifat jangka panjang, atau dalam hitungan tahunan. Jadi, kinerja investasi tidak bisa menjadi acuan jika hanya dihitung dalam lima bulan pertama di 2020. Ia meyakini investasi hingga akhir tahun masih bisa naik.

Portofolio Industri Asuransi Jiwa (triliun rupiah) Investasi 19 Mei 2020 20 Mei 2020 Deposito Berjangka 33,76 34,13 Saham 140,57 106,7 Obligasi Korporasi 24,44 27,52 MTN 3,21 9,59 Reksadana 168,47 144,36

.Sumber: OJK

Artikel Asli