Perumahan Royal Citayam Residence Diteror 30 Anak Ular Kobra

Suara.com Dipublikasikan 04.56, 09/12/2019 • Pebriansyah Ariefana
Anak ular kobra di Citayam. (Suara.com/Supriyadi)
Anak ular kobra di Citayam. (Suara.com/Supriyadi)

Suara.com - Selama satu pekan warga Perumahan Royal Citayam Residence, Kabupaten Bogor, Jawa Barat diteror puluhan anak ular kobra. Total anak ular kobra yang ditangkap warga perumahan tersebut sebanyak 30 ekor ular kobra sejak 2 Desember 2019.

Rata rata anak kobra yang ditangkap warga. Sebab warga panik lalu dipukul dengan benda keras. Namun ada enam ekor anak ular kobra yang masih hidup yang kini sudah diamankan di tempat yang aman.

"Awalnya ditemukan ular kobra tanggal 2 Desember 2019, di blok C dan D di lima rumah yang disingahi ular kobra, " kata pengurus Musala Al Muhajirin perumahan tersebut Irwan Ramadan kepada Suara. com, Senin (9/12/2019).

"Ada enam anak ular kobra yang masih hidup. Lima sudah dibawa oleh Damkar Bogor dan satu diserahkan ke pecinta hewan reptil," lanjut Irwan.

Irwan mengaku sudah menemukan lima ekor ular kobra di area Musala Al Muhajirin, antara lain di kamar mandi, samping musala dan di podium atau mimbar musala. Ia pun heran dengan banyaknya ular kobra yang ditangkap mencapai puluhan ekor ular. Ia berpendapat bahwa ular ini muncul karena cuaca yang awalnya musim panas ke musim hujan jadi pertumbuhan cepat.

Anak ular kobra di Citayam. (Suara.com/Supriyadi)

"Paling banyak di musala ditemukan ada lima ekor. Totalnya selama satu minggu ada 30 ekor ular ditangkap di perumahan ini. Saat ini kami belum menemukan induk ular kobra, saya yakin ada induknya, " kata dia.

Bahkan ia mengaku ketika membersihkan musala di area mimbar ditemukan ular kobra. Di mana ia mengkira kabel mik.

"Pas saya mau beresin kabel di mimbar saya kita kabel, tahunya ular. Soalnya berdiri, saya langsung menjauh," kata dia.

Masih di lokasi, Tukiman warga perumahan tersebut mengatakan rata - rata ular yang ditemukan lalu ditangkap berukuran kecil. Ukuran ular itu kata dia, sekira 30 cm.

"Masih anakan, sudah satu minggu in. Warga sini takut, jadi banyak yang mati ularnya, " pungkasnya.

Artikel Asli